” Mahathir”, Mangga Super Jumbo Yang Berasal Dari Malaysia

Siapa coba yang tak suka dengan mangga? Tentunya semua orang-orang suka dong. Secara ya buah mangga itu sangat enak dan bisa ditemukan dimana aja. Selain dengan buahnya, batang serta...

Siapa coba yang tak suka dengan mangga? Tentunya semua orang-orang suka dong. Secara ya buah mangga itu sangat enak dan bisa ditemukan dimana aja. Selain dengan buahnya, batang serta daunnya pun juga sangat bermanfaat. Ngomongin masalah mangga, pernah gak sih kamu ngeliat atau mendengar tentang pohon mangga yang super jumbo yang bernama Mangga Mahathir? Nah, daripada penasaran seberapa besar sih buahnya tersebut, yuk kita lihat sama-sama.

Asal-Usul Mahathir

Tidak cukup jelas untuk ditelusuri, namun diyakini bahwa mangga yang berasal dari Kinabalu Malaysia ini mengambil nama Mahathir, mantan Perdana Menteri Malaysia yang dikenal sebagai “orang kuat” yang berkuasa cukup lama di Malaysia dan personifikasi tersebut menggambarkan mangga Mahathir sebagai mangga yang berukuran besar, mengikuti nama besar mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad.

Mangga Mahathir sebenarnya sudah tersebar cukup lama di Indonesia, namun hanya ditanam sebagai tanaman buah koleksi para penghobi tanaman maupun ditanam oleh mereka yang sering keluar masuk ke Malaysia, entah karena pekerjaannya maupun mereka yang mencari dan mendapatkan bibit dari para TKI yang bekerja di Malaysia, kasusnya sama persis dengan saat durian D24, sawo jumbo CikuMega 19 dan durian D197 alias durian Musangking dimasukkan dan dikenalkan pertama kali ke Indonesia. Mereka inilah yang berperan besar dalam memasukkan dan mengenalkan mangga Mahathir ke Indonesia.

Bentuk Mangga Mahathir

Daun mangga Mahathir sangat khas, berukuran cukup panjang dan lebar dengan bentuk daun bergelombang dan berurat (urat daun kelihatan menonjol). Ciri khas lainnya adalah jika sepotong kecil daun tua diremas di antara ibu jari dan jari telunjuk, akan mengeluarkan aroma khas berbau sengir yang umumnya tidak dimiliki oleh varietas-varietas mangga lainnya.

Jika mangga lain mempunyai percabangan dan ranting yang tumbuh ke atas atau samping, maka percabangan dan ranting mangga Mahathir cenderung lemas dan tumbuh menjuntai ke bawah, oleh karena itu pengaturan arah pertumbuhan cabang dan ranting harus dilakukan seawal mungkin dengan mengikat cabang/ranting pada ajir bambu. Jika tanaman tumbuh membesar, pemberian para-para penyangga dari bambu atau kayu akan membuat arah pertumbuhan cabang dan ranting muda menjadi lebih teratur dan lebih baik.

Mangga Mahathir tergolong mangga genjah karena relatif mudah berbunga dan berbuah pada umur tanaman yang masih muda, karena dari bibit pertama ukuran sejengkal yang tumbuh dengan cepat, diambil beberapa entres dan entres tersebut kemudian disambungkan ke batang bawah mangga lokal berukuran sejempol tangan orang dewasa, kemudian bibit baru tersebut ditanam dalam pot, bibit tersebut ternyata mampu berbunga dan berbuah kurang dari satu setengah tahun pasca sambung.

Sementara bibit pertama sedikit lebih lambat berbunga, kurang dari 2 tahun. Penyebab utamanya adalah karena bibit yang ditanam pertama tersebut berbatang bawah masih muda, lebih kurang berukuran sebesar pensil. Secara umum, tanaman mangga Mahathir relatif mudah berbunga dan berbuah meski bibit disambungkan ke batang bawah mangga lokal berukuran kecil. Dengan perawatan intensif, khususnya pemberian pupuk yang benar disertai pemangkasan teratur, pembungaan dan pembuahan dapat dipacu tanpa harus menggunakan zat pengatur tumbuh tertentu, senyawa anti retardant untuk menghambat pertunasan seperti paclobutrazol, misalnya. Tanaman buah dalam pot (tabulampot) mangga Mahathir pun terbukti gampang berbuah meski tanaman masih berumur cukup muda, kurang dari setahun dari bibit sambung pucuk atau sambung susu.

Sangat khas dengan ciri ujung buah berbentuk seperti paruh burung dan bentuk buah ini nyaris seragam sehingga dari bentuk buahnya yang seragam inilah kita bisa mengidentifikasi mangga Mahathir dengan mudah. Keterbatasan jumlah pohon induk menyebabkan sumber entres sebagai bahan perbanyakan bibit tanaman juga terbatas, sehingga keseragaman bentuk dan ukuran buah masih bisa terjaga dengan baik.

Kulit buah berwarna hijau muda kekuningan saat buah masak fisiologis dan siap untuk dikonsumsi dan jika dikupas maka akan terlihat daging buah berwarna kuning dengan sedikit warna oranye di daging buah bagian dalam dekat kulit biji. Daging buah sangat tebal namun lembut karena seratnya sangat halus, sama sekali tidak meninggalkan rangkaian serat-serat di gigi saat daging buah dikunyah. Rasa manisnya sangat khas, tidak menyengat seperti namdokmai atau khiosawoei yang masak sempurna, dengan sensasi rasa masam yang tipis sekali, yang hanya muncul saat-saat tertentu ketika daging buah beradu dengan lidah. Karena ukurannya yang super jumbo, dibutuhkan 3 piring makan untuk menampung irisan daging dari 1 buah mangga saja, dan sepertinya, porsi daging buah sebanyak ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 4 hingga 5 orang sekaligus, ruarrrrrr biasa…………

Selain gampang tumbuh, ternyata buah mangga ini mempunyai khasiat yang memang belum banyak di ketahui. Daun mangga yang masih muda akan berwarna kemerahan atau keunguan dan masih terlihat lembut, namun ketika sudah tua daun mangga akan berubah menjadi warna hijau gelap (pekat) dan warna hijau pucat pada bagian bawag serta bertekstur keras. Setelah diteliti, ternyata daun mangga ini memliki kandungan beberapa vitamin yang penting untuk tubuh, seperti vitamin C, B, dan A. Daun buah mangga juga mengandung nutrisi lainnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Tidak hanya itu, daun mangga juga memiliki sifat antioksidan yang kuat karena mengandung flavonoid yang tinggi dan fenol.

 

Nah, demikian hanya itulah yang bisa saya berikan kepada kalian semua tentang buah mangga Mahathir yang super jumbo, gimana? Apa kamu pernah mendengar tentang mangga di atas sebelumnya? Kalau kalian memang belum tahu, berarti dengan membaca artikel ini pengetahuan kamu dapat bertambah. Semoga bermanfaat ya.

Categories
unik

RELATED BY