Yuk, Perhatikan Langkah Ini Agar Tidak Terluka Saat Mencukur

Mencukur merupakan suatu hal yang wajar dilakukan bagi kaum lelaki yang baru memasuki usia remeja. Tidak hanya anak- anak saja yang ingin tampil beda tetapi bapak-bapak zaman sekarang pun...

Mencukur merupakan suatu hal yang wajar dilakukan bagi kaum lelaki yang baru memasuki usia remeja. Tidak hanya anak- anak saja yang ingin tampil beda tetapi bapak-bapak zaman sekarang pun juga tidak mau kalah dengan anak- anak. Maka dari itu banyak bapak-bapak yang ingin memaksimalkan penampilannya di depan istri mereka dengan cara mencukur jenggot dan kumisnya. Selain ingin memaksimalkan penampilan di depan istri, mereka pun ingin terlihat lebih fresh dan muda.

Tak jarang juga banyak dari mereka yang sering terluka ketika melakukannya. Nah, untuk terhindar dari hal seperti itu, yuk coba perhatikan beberapa hal berikut agar kamu tidak terluka saat mencukur kumis atau jenggot.

Jangan Mencuci Muka dengan Air Dingin

Salah satu kunci agar kulit tidak terluka saat bercukur adalah dengan cara membasahi kumis atau jenggot sebelum bercukur. Rambut termasuk kumis dan jenggot yang dibasahkan terlebih dulu diketahui mampu menyerap kelembaban hingga 30 persen dari biasanya.

Membasuh muka dengan air dingin memang terasa segar dan fres, tetapi sebaiknya kamu tidak harus melakukan hal tersebut saat mencukur kumis atau jenggot ya. Pasalnya, kalau air dingin ini bisa mempersempit lubang pori-pori kulit sehingga saat cukur bakal sulit menembus ke kulit Anda. Akibatnya pisau cukur yang digunakan tidak bekerja secara maksimal. Oleh sebab itu, awali saja proses bercukur kamu dengan mencuci muka menggunakan air hangat agar pori-pori terbuka sekaligus melembutkan bulu-bulu wajah. Nah, cara melembutkan bulu-bulu wajah memungkinkan kamu untuk mencukurnya dengan lebih mudah.

Langsung Cukur Sampai Bawah

Usahakan untuk selalu mencukur dengan tepat, searah dengan tumbuhnya kumis atau jenggot. Mulailah dari sisi kumis kemudian ke arah dagu. Nah, kalau kamu gak mencukur kumis searah dengan tumbuhnya maka hal tersebut dapat menyebabkan aliran darah meningkat ke permukaan kulit yang berakhir malah bikin luka. Selain itu, mencukur sembarangan juga bisa menyebabkan rambut halus gak tumbuh di pori-pori melainkan tumbuh ke dalam permukaan kulit sehingga dapat menimbulkan peradangan dan bahkan mungkin infeksi.

Bagaimana biasanya kamu mencukur kumis atau jenggot? Pasti kamu selalu mencukur hanya dari atas ke bawah atau bawah ke atas dan bukannya berganti-ganti arah. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mencukur pada bagian atas kumis atau jenggot saja. Beberapa cowok tidak memerhatikan bulu-bulu yang ada pada bagian bawah. Jika dibiarkan, hal tersebut bisa mengganggu penampilan kamu. Maka dari itu selalu cukur hingga bagian leher jika memang pertumbuhan bulu jenggot kamu mencapai leher.

Cukur Searah Pertumbuhan Rambut

Menyeret pisau cukur dengan cara yang kurang tepat bisa memberi tekanan berlebihan pada kulit sehingga menimbulkan benjolan dan iritasi lho. Jadi pastikan kamu tidak mencukur dengan gerakan berintensitas tinggi. Selain itu, cukur kumis atau jenggot kamu searah dengan pertumbuhan rambut agar tidak menimbulkan iritasi, goresan atau luka, terutama jika kamu punya kulit yang cukup sensitif. Kamu tidak mau kan penampilan jadi terganggu karena luka tersebut?

Jangan Menggunakan Sabun

Sesaat mencukur bilaslah segera wajah dengan air dingin dan gunakan facial wash untuk membantu membersihkan dan melindungi kulit dari bintik-bintik dan ruam akibat bercukur. Selain itu gunakan toner untuk menyegarkan dan melembabkan kembali area sekitar kulit dan mengurangi efek iritasi pasca bercukur.

Perlu diketahui bahwa saat bercukur, itu secara gak langsung dua lapisan di permukaan kulit dikelupas. Nah, hal inilah yang menyebabkan mengapa kita harus ekstra waspada saat bercukur. Untuk itu, agar tak iritasi maka sesaat bercukur gunakan pelembab yang berkualitas untuk melapisi area bekas cukuran. Pelembab atau lotion bisa memberikan efek melembabkan dan menenangkan kulit yang kaku saat bercukur.

Saat mencukur kumis atau jenggot, selalu gunakan krim khusus cukur ya. Pasalnya, ada beberapa orang yang menggunakan sabun. Meskipun bagus untuk membersihkan tapi besarnya gelembung dan residu yang licin cuma akan membuat pisau cukur kamu tidak bekerja dengan semestinya. Lagi pula mencukur menggunakan sabun bisa membuat kulit kamu kering. Kalau benar-benar sedang dalam kondisi darurat, kamu bisa mengganti krim cukur dengan kondisioner.

Rutin Ganti Pisau Cukur

Berbicara tentang mencukur bulu dengan menggunakan pisau cukur, maka hal yang paling penting adalah pisau cukur itu sendiri. Yang pertama-tama yang dilihat adalah ketajaman menjadi hal yang utama agar kegiatan mencukur dapat berjalan dengan lancar, tanpa ada macet-macet. Untuk mewujudkan hal ini kita harus sering mengganti pisau cukur secara berkala.

Untuk mengetahui hal tersebut, sebaiknya coba cek sudah berapa lama usia pisau cukur yang kamu gunakan sekarang? Kalau kamu sudah tidak bisa mengingat-ingatnya lagi, tandanya kamu harus menggantinya dengan yang baru. Supaya saat Anda melakukannya enak. Bahkan seharusnya pisau cukur wajib diganti setelah 3-5 kali pemakaian. Tumpulnya pisau cukur dapat dipengaruhi oleh ketebalan dan kasarnya kumis atau jenggot kamu. Kalau pisau cukur yang kamu gunakan ternyata sudah tumpul, kemungkinan besar kamu akan berulang kali menekan pisau cukur ke kulit sehingga risiko timbulnya luka pun lebih besar.

Nah, gimana bro? Sudah jelaskan langkah-langkah bercukurnya? Ikuti langkah-langkah di atas deh, pasti kulit sekitar kumismu gak bakal iritasi alias luka lagi saat bercukur.

Categories
tips

RELATED BY