Sejarah, Jenis Dan Cara Menyiram Kopi Indonesia

Kopi. Siapa yang tidak tahu tentang kopi? Bisnisnya menguntungkan karena pelanggan banyak mengonsumsinya. Lantas, bagaimana dengan kopi dari indonesia? Apakah itu bagus seperti kopi dari negara lain? Untuk saat ini,...

Kopi. Siapa yang tidak tahu tentang kopi? Bisnisnya menguntungkan karena pelanggan banyak mengonsumsinya. Lantas, bagaimana dengan kopi dari indonesia? Apakah itu bagus seperti kopi dari negara lain? Untuk saat ini, kita tidak akan hanya berbicara tentang seberapa bagus kopi Indonesia, tapi juga jenis kopi tentang pengolahan perkebunan di balik itu!

Kedengarannya menarik, bukan? Jadi Anda pecinta kopi, apakah Anda siap untuk tahu tentang betapa indahnya kopi Indonesia? Jadi, check it out!

Sejarah Kopi

Hal pertama yang harus kita ketahui adalah kopi bukan tanaman asli Indonesia tapi dibeli oleh VOC saat mereka menjajah Indonesia sekitar abad ke-17. Pemerintah kolonial Belanda awalnya menanam kopi di sekitar Jakarta dan sampai ke selatan seperti di Sukabumi dan Bogor. Kemudian, perkebunan kopi juga didirikan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan beberapa wilayah di Sumatera dan Sulawesi. Kopi berpengaruh besar terhadap infrastruktur di Jawa Tengah selama abad ke-19; dan pemerintah membangun jalan dan kereta api yang diperlukan untuk mengangkut biji kopi dari pedalaman pulau ke pelabuhan tempat kopi dimuat di kapal dan diekspor.

Mengapa Belanda membeli kopi ke Indonesia? Tentunya karena ingin memperluas bisnis mereka dan menjadi produsen kopi terbesar di seluruh dunia. Pada awal abad ke-17, Belanda sudah berhasil menciptakan kopi mereka sendiri yang dikenal dengan kopi Arabika.

Belanda mendapatkan beberapa semak kopi dari Yaman dan tumbuh juga berkembang di rumah-rumah hijau di Amsterdam Botanical Garden. Peristiwa sukses ini memiliki pengaruh besar dalam produksi global. Kopi Arabika ditanam pada tahun 1750, di mana pertama kali di Sumatera pada tahun 1888 dan diikuti oleh dataran tinggi Gayo (Aceh) yang berada di dekat Danau Laut Tawar pada tahun 1924.

VOC mengekspor kopi Indonesia pada tahun 1711 dan Indonesia menjadi eksportir kopi besar di seluruh dunia yang dapat mereka ekspor hingga 60 ton setiap tahunnya. Kopi Indonesia sangat terkenal di Eropa yang juga dikenal sebagai “minuman hitam: secangkir jawa” dan sampai pertengahan abad ke-19, kopi Jawa dianggap sebagai salah satu kopi terbaik di dunia.

Selama sekitar 175 tahun, kopi Jawa menjadi kopi komersial jenis yang tumbuh di Indonesia. Namun menjadi berbeda pada akhir abad ke-19 karena perkembangan kopi Jawa diderita karena punggungnya yang parah karena penyakit karat daun (Homilera vasatrix). Tapi hei jangan khawatir kita masih bisa menemukan jenis kopi ini di beberapa tempat, seperti di dataran tinggi Ijen (Banyuwangi, Jawa Timur), Tanah Toraja (Sulawesi Selatan), Bukit Barusan (Sumatera), Mandhailing- Lintong -Sadiklalang (Sumatera Utara) dan di dataran tinggi Nanggroe Aceh Darussalam.

Setelah beberapa lama, penyakit karat daun timbul yang menyerang spesies Arabika, pemerintah Belanda membawa spesies kopi baru yang diberi nama Liberika. Namun, setelah ditanam dan dipanen, produktivitas Liberica terlalu rendah dan tidak bagus seperti Arabika atau Robusta. Lebih jauh lagi, Belanda membawa kopi Robusta dari Kongo, Afrika pada tahun 1900-an dan jenis ini lebih tahan terhadap penyakit karat daun juga memiliki produktivitas lebih baik dari pada Liberica. Pada tahun 1920, pemerintah mendirikan pusat penelitian tanaman kopi di Jawa yang bertugas untuk mengembangkan dan memeriksa jenis kopi Arabika dan Robusta.

Seiring dengan teknologi time and development, Robusta dan kopi arabika yang telah mengalami persilangan antar varietas dan menghasilkan beberapa hibrida tiruan. Ceri Liberica masih bisa ditemukan di seluruh Jawa, namun jarang digunakan sebagai tanaman komersial di Indonesia. Robusta menjual sekitar 90% dari produksi kopi yang ada di tangan petani kecil koperasi.

Ada tiga kabupaten utama di Indonesia yang memproduksi kopi Indonesia. Setiap daerah menghasilkan berbagai macam bumbu kopi karena kandungan tanah, metode budidaya dan lokasi geografis. Jadi produsen kopi daerah utama di Indonesia adalah:

1. Jawa

Jawa adalah penghasil kopi terbesar yang juga dikenal menghasilkan beberapa biji Arabica berkualitas. Kacang yang bisa kita dapatkan dari Jawa ini bisa disimpan selama dua sampai tiga tahun dan memberi kita rasa kenyang dan lebih kaya. Kopi Arabika paling cocok untuk ketinggian di atas 1.500 meter dan tumbuh dengan baik pada suhu sekitar 16-20 derajat celcius. Selain itu, tanaman arabika cenderung lebih rentan terhadap penyakit sehingga petani harus memperhatikan tanaman sambil tumbuh.

2. Sulawesi

Kopi yang diproduksi di Sulawesi sedikit berbeda dengan kopi dari Jawa karena mereka masih menggunakan “metode kering” untuk mengolah biji kopi tersebut. Cara ini termasuk dalam makanan tradisional karena masih perlu mengeringkan biji kopi dengan menggunakan terpal besar hingga kering di bawah sinar matahari dan bisa memakan waktu beberapa minggu. Ini juga perlu diputar setiap dua jam dan dikerjakan dengan tangan yang berarti butuh usaha keras sampai kita bisa mendapatkan kualitas kopi ini dengan baik. Tapi pada akhirnya akan sangat berharga karena kopi itu bertubuh penuh, manis, dan halus.

Kopi paling terkenal yang tumbuh di wilayah Sulawesi adalah Toraja, dimana kopi tumbuh di daerah pegunungan dekat pusat pulau, terutama 1.500 meter di atas permukaan laut. Toraja Arabica adalah salah satu biji kopi dengan aroma karamel yang juga renyah dan bersih setelah dirasa. Hasil panen Arabika Arabika yang rendah membuat kopi ini sangat diminati oleh para pecinta kopi di seluruh dunia. Pasokan kopi Arabika Toraja sangat terbatas di dunia karena praktik dan kondisi budidaya.

3. Sumatera

Sumatera adalah pulau di Indonesia yang menjadi penghasil kopi jenis lain yaitu Mandheiling dan Ankola. Kopi Mandheling Sumatera diproduksi di luar kota Padang dan memiliki karakteristik unik tersendiri yaitu keasaman rendah, berat, hampir sirup, juga memiliki khasiat yang kompleks. Kacang kopi yang banyak diproduksi di Sumatera Barat dan diproses dengan olahan kering juga diperbaharui karena rasanya yang unik dan kaya.

Jenis Kopi Indonesia

Lokasi yang sesuai dan iklim yang menyenangkan membuat Indonesia sebagai salah satu negara yang memberi kita kualitas kopi yang baik. Dan seperti kita ketahui, kopi tidak hanya untuk kesenangan konsumen akan minum, tetapi juga untuk nilai ekonominya bagi negara penghasil dan pengekspor biji kopi. Ada banyak perkebunan kopi yang tersebar di wilayah Indonesia dan masing-masing memiliki karakteristik unik dan jenis kopi yang berbeda. Dan apa jenis kopi yang diproduksi di indonesia?

A. Kopi Jawa

Its terkenal sebagai kopi Arabika yang produksi dimulai pada abad ke-17 oleh Belanda. Biji kopi jawa bisa disimpan di gudang selama dua sampai tiga tahun dan menghasilkan penguatan tubuh dan rasa kopi juga meningkatkan rasa manis dan melemahkan zat asam. Biji kopi ini juga mengalami perubahan warna taksiran dari warna hijau asli menjadi coklat tua. Kopi Arab Arabika juga biasa digunakan dalam campuran tradisional yang disebut Mocha-Java bersama dengan Yemen Mocha Coffee.

B. Kopi Luwak

Jenis ini juga dikenal sebagai Kopi Luwak dan merupakan kopi termahal. Selain mahal, produksi kopi ini agak aneh. Mengapa? Karena biji kopi sebaiknya dimakan dulu oleh luwak dan kotoran luwak yang mengandung biji kopi tercerna yang belum tercerna. Banyak orang mengatakan fermentasi kopi membuat rasanya lebih empuk dan eksotik. Minum Kopi Luwak tidak berbahaya bagi tubuh kita dibandingkan dengan varietas kopi lainnya karena biji kopi tersebut dicuci, dipanggang, dan diseduh sebelum dipanaskan di cangkir kopi kita.

Dan apa yang membuat kopi ini mahal? Pasokan dari kucing musang liar ini terbatas bahkan bisa menghasilkan sekitar 50 ton Kopi Luwak setiap tahunnya, namun kondisi di lahan lapang seringkali sangat buruk. Hewan yang dikurung juga dipaksa memberi makan biji kopi yang disediakan dari mangkuk. Terkadang musang tidak bisa lagi memilih tanaman biji kopi yang paling matang dan berkualitas tinggi seperti di hutan.

C. Kopi Mandheiling Sumatra

Kopi Mandheiling Sumatra ditanam di lereng gunung berapi yang tinggi di Gunung Lewet dekat Padang di wilayah Balak, Sumatera barat-tengah. Biji kopi ini memiliki metode unik dan produksinya juga dikenal sebagai Giling Basah yang melibatkan hulling patchment dari kacang di sekitar 50% kadar air sementara kebanyakan kopi lambung proses lainnya sekitar kelembaban sekitar 10-12%.

Kopi mandheiling memiliki rasa pedas yang sangat menonjol dan media panggang akan selalu mempertahankan sebagian besar bumbu rasa bernuansa. Rasa pedas yang kuat tetap menjadi lebih gelap dari pada biji kopi lainnya. Sumatera Mandheiling juga kopi yang bagus untuk minuman kopi spesial (espresso) yang diseduh dan bisa diminum susu atau krem tanpa kehilangan bumbu sendiri.

D. Kopi Toraja

Jika Anda mencari secangkir kopi eksklusif, biji kopi yang menakjubkan dengan rasa unik dan seimbang, kopi Toraja adalah pilihan tepat untuk kopi Anda sendiri. Kopi Toraja menempati urutan kedua sebagai kopi Indonesia terbaik setelah Kopi Luwak. Kopi ini sangat spesial untuk orang-orang suka kopi panggang gelap. Sejarah kopi ini berawal dari era inovasion Belanda ratusan tahun yang lalu.

Kopi pertama ditanam di Sulawesi Selatan, dataran tinggi Toraja yang merupakan daerah dataran tinggi yang sempurna untuk perkebunan kopi. Selanjutnya, kopi Arabika Toraja ini menyebar ke daerah lain di Sulawesi Selatan termasuk Kalosi. Hampir 95% kopi Toraja dibudidayakan oleh petani kopi di perkebunan kopi swasta kecil.

Kopi ini sangat populer di Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman. Di Jepang, kopi ini dianggap sebagai minuman premium. Tidak seperti kopi Arabika Jawa atau Sumatra, kopi Toraja memiliki cita rasa yang lebih cerah yang digunakan dengan karakteristik bumbu dan bersahaja. Kopi Toraja cenderung memiliki keasaman yang relatif rendah namun bersemangat, karena biasanya sedikit lebih adicic dan dengan tubuh kurang dari Sumatra dan Jawa. Pengolahan kopi Toraja dilakukan dengan metode Giling-Basah.

E. Kopi Gayo Aceh

Kopi ini berasal dari dataran tinggi Gayo di Aceh tengah, provinsi ini berada di utara sebagian besar Sumatera. Kopi Gayo juga kacang Arabica yang tumbuh di lembah gunung yang mengelilingi Danau Tawar dan kota Takengon yang indah. Meski tak sepopuler kopi Linthong atau Mandheiling, kopi Gayo juga bisa dianggap sebagai salah satu biji kopi paling premium di dunia karena aroma harum dan rasa pahitnya cukup rendah. Karena karakteristiknya yang kuat, kopi ini sering ditambahkan ke dalam campuran kopi untuk meningkatkan aroma dan tubuh hingga bercampur. Tanah, bentang alam dan iklim daerah berkontribusi terhadap berbagai karakteristik yang kaya, tubuh yang kuat, dan rasa kopi yang kompleks.

Cara Menyiram Kopi

Untuk mendapatkan kopi berkualitas baik yang disajikan di berbagai kalangan kini kita butuh waktu lama untuk mengkonsumsi. Kita harus tahu apakah memanggang dan minum baru-baru ini mengambil kopi tidak seperti pengalaman menyenangkan karena mereka cenderung memiliki rasa liar, meskipun pengecap pengalaman dapat menilai apakah kopi kemudian akan mengembangkan kebesaran atau tidak setelah diuji. Biasanya, kita bisa memanen kopi di Indonesia dari bulan Agustus sampai Februari namun mencakup produksi Robusta dan Arabika. Ada beberapa teknik yang bisa kita coba saat memanen kopi yaitu:

  • Pengupasan: Cabang merobek semua buah, baik matang maupun mentah juga bunganya.
  • Menyisir: dengan sisir khusus dengan gigi halus dan spasi. Buah merah matang jatuh sementara buah beri hijau tinggal lebih lama.
  • Mekanikal: traktor dengan sisir tidak hanya menghilangkan buah beri tapi juga bunga dan daunnya.
  • Pemetikan: hanya buah berry matang yang dipetik.

Oke, itulah ulasan mengenai kopi, semoga bermanfaat.

Categories
Pengetahuan

RELATED BY