Apa Itu ” Adaptasi”? Berikut Ini Penjelasannya

Adaptasi, dalam biologi, proses di mana hewan atau spesies tanaman menjadi cocok dengan lingkungannya. Karena ini adalah hasil seleksi alam yang bertindak atas variasi yang diwariskan. Bahkan organisme yang...

Adaptasi, dalam biologi, proses di mana hewan atau spesies tanaman menjadi cocok dengan lingkungannya. Karena ini adalah hasil seleksi alam yang bertindak atas variasi yang diwariskan. Bahkan organisme yang sederhana harus disesuaikan dalam berbagai macam cara dalam struktur, fisiologi dan genetika di pergerakan atau penyebaran. Jadi untuk lebih jelasnya mengenai apa itu adaptasi. Yuk, kita simak-simak di bawah ini.

Penjelasan Tentang Adaptasi?

Adaptasi adalah karakteristik fisik atau perilaku yang telah dikembangkan untuk memungkinkan suatu organisme untuk bertahan hidup di lingkungannya. Adaptasi adalah hasil evolusi dan dapat terjadi ketika gen bermutasi, atau berubah karena kecelakaan. Mutasi itu menyebabkan organisme lebih baik bertahan hidup dan berkembang biak, dan itu meneruskan sifat itu kepada keturunannya. Dibutuhkan banyak generasi untuk mengembangkan adaptasi.

Adaptasi dapat diartikan sebagai kemampuan makhluk hidup untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda-beda, beberapa makhluk hidup dapat dengan mudah beradaptasi, namun ada pula beberapa jenis makhluk hidup yang kesulitan dalam beradaptasi.

Salah satu adaptasi fisik yang digunakan dalam zona intertidal adalah cangkang kepiting, yang melindunginya dari pemangsa yang dihancurkan oleh gelombang. Adaptasi perilaku di lautan adalah penggunaan panggilan frekuensi rendah dan keras oleh paus sirip untuk berkomunikasi dengan paus lain dalam jarak yang jauh. Adaptasi fisik lainnya yang telah dimodifikasi secara struktural mungkin termasuk kaki berselaput, cakar tajam dan paruh besar. Perubahan lain yang dilakukan pada bagian tubuh bisa berupa sayap, bulu atau sisik.

Tentunya makhluk hidup yang mudah beradaptasi juga lebih mudah menjaga kelangsungan hidupnya, begitupun sebaliknya. Maka tidak heran jika ada beberapa makhluk hidup tertentu yang jarang dijumpai karena diambang kepunahan, salah satu penyebabnya adalah kemampuannya yang sulit dalam beradaptasi.

Adaptasi adalah bagaimana kita menanggapi (atau mempersiapkan) perubahan iklim, untuk mengurangi dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif. Kemampuan kami untuk membuat penyesuaian ini disebut kapasitas adaptif. Beberapa komunitas menunjukkan ketahanan yang luar biasa melalui kemampuan mereka untuk menyerap gangguan yang disebabkan oleh perubahan iklim, untuk membuat penyesuaian dan tetap mempertahankan fungsi, struktur, dan identitas mereka. Tanggapan kami terhadap perubahan iklim dipengaruhi oleh kerentanan kami, kemampuan kami untuk mengatasi dampak negatif.

Beberapa contoh adaptasi terhadap perubahan iklim di Utara:

  • Kembangkan sumber alternatif makanan seperti kebun rumah kaca
  • Pasang layar di windows untuk memungkinkan aliran udara dan mengurangi serangga
  • Tingkatkan keterampilan bertahan hidup untuk bepergian dalam cuaca berbahaya
  • Bangun semua jalan cuaca jika memungkinkan
  • Bagikan sumber daya dan informasi tentang risiko dan solusi
  • Tingkatkan berbagai sumber energi termasuk sistem skala kecil
  • Pelajari lebih lanjut tentang kemungkinan dampak dan perubahan

Jenis- Jenis Adaptasi

Dapat kita ambil dari pengertian adaptasi di atas, yang berdasarkan jenisnya adaptasi dibedakan menjadi tiga yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi dan adaptasi tingkah laku. Setiap jenis makhluk hidup memiliki cara adaptasi yang berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dalam (faktor yang berasal dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri atau secara genetik) dan faktor luar (faktor yang didapat dari lingkungannya). Untuk lebih jelasnya dari masing-masing simak uraian berikut ini.

1. Adaptasi Morfologis

Adaptasi morfologis yaitu penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya yang berkaitan dengan bentuk dan struktur dari bagian-bagian tubuhnya. Beberapa contoh adaptasi morfologi pada hewan diantaranya, burung yang mampu terbang karena memiliki sayap, perbedaan jenis paruh dan kaki pada burung sesuai fungsinya, perbedaaan bentuk gigi pada hewan karnivora dan herbivora dan sebagainya. Sementara contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan seperti bentuk dan ukuran daun yang berbeda antara tumbuhan yang hidup di lingkungan yang gersang dengan tumbuhan yang hidup di lingkungan yang berair.

2. Adaptasi Fisiologis

Adaptasi fisiologis yaitu bentuk penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya yang berkaitan dengan fungsi dari berbagai jaringan dan organ dari makhluk hidup itu sendiri.

Contoh adaptasi fisiologis pada hewan seperti pada hewan-hewan pemamah biak yang mampu menghasilkan enzim selulase untuk mencerna makanan-makanan berserat tinggi. Contoh adaptasi fisiologi pada tumbuhan bisa kita lihat pada pohon jati yang daunnya berguguran pada musim kemarau. Hal ini terjadi akibat pohon jati menghasilkan suatu hormon yang membuat daunnya berguguran untuk mengurangi penguapan pada musim panas dan menghemat cadangan air.

3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku merupakan bentuk penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk perilaku-perilaku tertentu yang bersifat khas dan spesifik. Perilaku kumbang yang berpura-pura mati apabila dalam keadaan terancam, kura-kura yang menyembunyikan kepala kedalam tempurungnya apabila dalam keadaan terancam dan ikan salmon yang kembali ke sungai ketika masa bertelur merupakan contoh-contoh adaptasi tingkah laku. Selain itu juga ada contoh adaptasi tingkah laku :

1) Bunglon mengubah warna tubuhnya sesuai dengan lingkungannya adar lebih mudah mendapatkan mangsanya.

2) Ikan paus dan lumba-lumba secara berkala muncul kepermukaan air untuk bernafas. Karena Paus dan Lumba-lumba merupakan hewan mamalia yang bernafas dengan paru-paru.

3) Rayap yang kulitnya mengelupas maka akan dimakan kembali oleh rayap tersebut. Hal ini dilakukan karena didalam kulit rayap tersebut ada usus rayap yang ikut mengelupas dan usus tersebut memiliki flagelata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat mencernakan kayu. Selain itu juga, rayap muda menjilati dubur rayao dewasa dengan tujuan mendapatkan enzim selulase untuk mencernakan kayu.

Tujuan-Tujuan Adaptasi

Selain dari penjelasan yang sudah saya berikan, ada pula tujuan dari adaptasi itu sendiri. Apa saja tujuan itu? Mari langsung saja kita melanjutkan pembahasan artikel ini yang akan dijelaskan berikut ini.

  • Untuk melindungi diri dari musuh ataupun pemangsa yang lainnya
  • Untuk bisa memperoleh makanan
  • Untuk dapat bertahan hidup
  • Mengatasi kondisi fisik lingkungan
  • Lindungi diri Anda dari musuh atau predator alami
  • Melacak perubahan lingkungan

Baiklah, itulah artikel yang dapat saya sampaikan tentang adaptasi. Semoga dengan adanya pembahasan kali ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua.

Categories
Pengetahuan

RELATED BY