Memahami Lebih Dalam Mengenai Seni Teater

Pernahkah Anda mengikuti kelas drama, bermain di sekolah, atau menari dalam pertunjukan? Jika demikian, Anda sudah berpartisipasi dalam seni drama. Seni drama adalah bentuk narasi yang dilakukan di atas...

Pernahkah Anda mengikuti kelas drama, bermain di sekolah, atau menari dalam pertunjukan? Jika demikian, Anda sudah berpartisipasi dalam seni drama. Seni drama adalah bentuk narasi yang dilakukan di atas panggung di depan penonton. Kisah-kisah ini dan cara mereka digambarkan terwujud dalam berbagai gaya, juga dikenal sebagai genre. Jadi apabila Anda ingin memahami lebih dalam mengenai seni teater. Ada baiknya kita lihat penjelasannya di bawah ini.

Penjelasan Tentang Seni Teater

Seni teater adalah salah satu jenis kesenian berupa pertunjukan drama yang dipentaskan di atas panggung. Secara spesifik, seni teater adalah sebuah seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting para pemainnya. Kata teater diambil dari bahasa Yunani, theatron, yang artinya tempat atau gedung pertunjukan.

Dalam sejarahnya, kata “Teater” berasal dari bahasa Inggris theater atau theatre, bahasa Perancis theatre dan dari bahasa Yunani theatron (θέατρον). Selain itu, istilah teater dapat diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Secara luas, pengertian seni teater adalah seluruh adegan akting dan peran yang dipertunjukan di atas panggung di depan banyak penonton. Contohnya ketopak, wayang, sintren, dagelan, akrobat.

Sedangkan secara sempit, pengertian seni teater adalah adegan tentang perjalanan hidup seseorang yang dibuat sedemikian rupa sehingga patut untuk dipertontonkan kepada khalayak umum di atas panggung pertunjukan dan didramakan sesuai dengan naskah yang telah dibuat.

Seni teater muncul sekitar abad ke-6 SM yang berasal dari bangsa Yunani. Disetiap negara seni teater memilkis sejarah tersendiri. Ada bebrapa seni tari yang terkenal di berbagai penjuru diantaranya:

  • Seni teater Roma
  • Seni teater Yunani
  • Seni teater Eropa Barat
  • Seni teater zaman Renaissance
  • Seni teater English-Elizabethan
  • Seni teater periode emas Spanyol
  • Seni teater Prancis gaya Baroque
  • Seni teater Afrika
  • Seni teater Asia
  • Seni teater Islam Timur Tengah.

Di Indonesia seni teater terkenal sudah lama, sejak manusia melai melakukan interaksi. Awal masuk Indonesia seni teater selalu diakaitkan dengan upacara adat. Selain itu diyakini sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bahkan di Indonesia setiap daerahnya meliki seni teater khas masing-masing.

Selain digunakan sebagai upacara adat, pada zaman dahulu seni teater digunakan untuk mengundang makhluk gaib. Karena masyarat dulu mayoritas masih kental dengan kepercayaan animisme dan dinamisme.

Seiring perkembangan zaman seni teater tradisional dijadikan sebuah tontonan. Memasuki abad ke-20, seni teater nusantara mengalami perubahan yang drastis ketika muncul seni modern. Seni teater ini merupakan teater yang dipengaruhi oleh teater tradisonal dan teater barat.

Adanya pengaruh dari negara barat sehingga bentuk pertunjukan teater modern jauh berbeda dibandingkan dengan seni teater tradisional. Perbedaan tesebut terlihat dari cerita yang disuguhkan, penataan panggung, dan penataan cahaya.

Dengan munculnya teater modern sehingga memunculkan juga kelompok teater modern diantaranya Teater Populer, Teater Kecil, Teater Koma, Bengkel Teater, Studiklub Teater Bandung, Teater Payung Hitam dan Teater Gandrik.

Jenis- Jenis Seni Teater

Ada lebih banyak teater daripada hanya seseorang yang melakukan sesuatu di atas panggung. Ada berbagai jenis produksi teater yang mencakup berbagai jenis tema dan gaya. Baik Anda berencana untuk memulai proyek teater Anda sendiri dan ingin masuk ke seni teater sebagai bentuk hiburan, mungkin ini akan membantu untuk mengetahui jenis-jenis produksi teater berikut.

  • Musikal

Musikal adalah drama yang dimainkan sepenuhnya dalam bentuk lagu dan tarian. Musikal dibuat sangat populer di West End London hingga teater Broadway di New York. Namun India, sedikit berbeda dalam gaya musik daripada rekan-rekan baratnya. Misalnya, semua bentuk tari klasik di India seperti Bharatnatyam, Kathak, Kathakali, Kuchipudi, Odissi adalah musikal dalam arti yang paling ketat.

Perbedaan antara musik tradisional India dan versi Baratnya terletak pada perbedaan antara dialog dan lagu yang diucapkan. Di India, beberapa musikal India populer adalah Keindahan dan Binatang dari Disney, Piya Behrupiya dari Atul Kumar, Kisah Sunil Shanbag Dalam Lagu dan Yesus Kristus Superstar karya Rahul Da Cunha.

  • Teater Fringe

Adalah bentuk teater yang eksperimental dalam gaya dan narasinya. Salah satu highlights dari teater fringe adalah bahwa itu sangat hemat di alam dalam hal teknis, nilai produksi dll. Pada hari-hari sebelumnya, bermain fring diadakan di teater skala kecil dan kamar-kamar kecil di atas pub. Seringkali, permainan semacam ini juga penuh dengan cerita-cerita yang tidak lazim dan tidak konvensional yang dipimpin oleh satu orang dan dibungkus dalam satu babak. Ini juga dapat membantu bermain fringe tetap murah dan memiliki beberapa pertunjukan dalam satu hari. Tahun ini, India mendapatkan Fringe Festival sendiri yang menampilkan drama seperti Colaba Casanova Love, Bombs dan Apples.

  • Teater Immersive

Teater imersif mungkin merupakan bentuk teater yang paling menarik dan interaktif saat ini. Tidak seperti bentuk-bentuk teater konvensional, di mana jalur komunikasi hanya merupakan salah satu cara, yaitu pertunjukan bagi penonton, dalam teater yang imersif, penonton juga memainkan bagian aktif dalam pertunjukan, sekecil apa pun itu. Permainan semacam ini melampaui keterbatasan tempat, narasi dan alur cerita.

Drama tersebut dapat dipentaskan di gedung yang dapat dibentuk sebagai perburuan harta karun di kota atau bahkan dapat mengantar penonton dari kamar ke kamar. Penonton juga terlibat dalam gerakan plot yaitu seorang anggota audiens dapat diminta pertanyaan atau memilih antara dua pintu. Ini seperti menonton film dalam bentuk 3d, tetapi bahkan lebih eksperimental. Contoh produksi imersif India adalah The Floating Market oleh Crow Theatre, Re: Play oleh Visual Respiration, A Moment of Memory oleh Aruna Ganesh Ram.

  • Melodrama

Melodrama adalah bentuk teater di mana plot, karakter, dialog semuanya dibesar-besarkan untuk menarik langsung emosi penonton sejak awal. Musik orkestra atau lagu yang sering digunakan untuk mengiringi adegan atau untuk menandai karakter tertentu. Bentuk teater ini paling populer pada abad ke-18 dan ke-19.

  • Autobiografi

Drama autobiografi, seperti namanya, dimainkan dari sudut pandang orang pertama. Lead berjalan (atau berbicara, dalam hal ini) penonton melalui hidupnya dan banyak momennya. Autobiografi dapat berupa permainan solo atau permainan multi-karakter.

  • Komedi

Sekarang, tidakkah kita semua tahu apa permainan komedi itu! Drama komedi dapat mencakup berbagai tema yang mencakup sindiran, malapropisme, penokohan, komedi hitam dan sebagainya. Permainan Shakespeare menjelaskan bahwa jika sebuah drama memiliki akhir yang bahagia maka itu adalah komedi, tetapi selama bertahun-tahun, komedi telah datang untuk menunjukkan begitu banyak hal lainnya salah satunya adalah menyampaikan pesan sosial kepada penonton dalam format yang lebih cocok. Misalnya Hum Dono, Anji dan Aapas Ki Baat oleh Ank Theater.

  • Tragedi

Tragedi bermain didasarkan pada penderitaan manusia dan peristiwa yang menyakitkan secara emosional. Drama-drama ini telah berevolusi dari drama tragedi Yunani yang berfokus pada satu tema dan plot, hingga bentuk hari ini yang menangani berbagai tema, alur cerita dan sub-plot. Tragedi sebelumnya memainkan hanya mencatat royalti dan orang-orang di tempat-tempat kekuasaan besar, tetapi selama waktu kursus mereka telah menjadi kisah perjuangan orang biasa. Mahabharata adalah contoh bagus dari sebuah tragedi.

  • Lelucon

Farce adalah variasi komedi, di mana drama menggunakan peristiwa yang tidak masuk akal dan berlebihan dalam plot. Sebuah drama lucu penuh dengan unsur-unsur konyol dan sangat tidak masuk akal; dalam permainan seperti itu karakternya menonjol seperti jempol yang sakit dari sekelilingnya. Dapat dikatakan bahwa lelucon kebanyakan mengandalkan humor slapstick. Contoh yang baik dari sebuah Farce adalah Jaane na Doongi oleh Ank Theatre Group.

  • Teater Boneka

Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa peninggalannya ditemukan di makam-makam India Kuno, Mesir, dan Yunani. Boneka sering dipakai untuk menceritakan legenda atau kisah-kisah yang bersifat religius (keagamaan). Berbagai jenis boneka dimainkan dengan cara yang berbeda. Boneka tangan dipakai di tangan sementara boneka tongkat digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Marionette atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan kayu silang tempat tali boneka diikatkan.

Selain itu, contoh teater boneka yang cukup populer ialah pertujukan wayang kulit. Dalam pertunjukan wayang kulit, wayang dimainkan di belakang layar tipis dan sinar lampu menciptakan bayangan wayang di layar. Penonton wanita duduk di depan layar, menonton bayangan tersebut. Penonton pria duduk di belakang layar dan menonton wayang secara langsung.

Beralih ke luar negeri, pertujukan Boneka Bunraku dari Jepang mampu melakukan banyak sekali gerakan sehingga diperlukan tiga dalang untuk menggerakkannya. Dalang berpakaian hitam dan duduk persis di depan penonton. Dalang utama mengendalikan kepala dan lengan kanan. Para pencerita bernyanyi dan melantunkan kisahnya.

  • Teater Gerak

Teater gerak merupakan pertunjukan teater dengan unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah pemainnya. Dalam pementasannya, penggunaan dialog sangat minimal atau bahkan dihilangkan seperti dalam pertunjukan pantomim klasik. Seiring perkembangannya, pemain teater dapat bebas bergerak mengikuti suasana hati (untuk karakter tertentu) bahkan lepas dari karakter tokoh dasarnya untuk menarik minat penikmat. Dari kebebasan ekspresi gerak inilah gagasan mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul.

Teater gerak yang paling populer dan bertahan sampai saat ini adalah pantomim. Sebagai sebuah pertunjukan yang sunyi karena tidak menggunakan suara, pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah laku gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan yang hendak direalisasikan dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

  • Epik

Sebuah epik sering bercampur dengan drama tragedi, meskipun keduanya merupakan konsep yang benar-benar berbeda. Dalam sebuah epik, fokusnya kurang pada membuat audiens mengidentifikasi dengan karakter di atas panggung dan lebih pada membawa keluar koneksi dengan pengaturan panggung. Teater epik lebih tentang skala, dan itu bergantung pada membuat orang bereaksi terhadap cerita lebih rasional daripada secara emosional. Contoh klasik dari sebuah epik adalah Antigone, yang sekali lagi, telah dipentaskan oleh Ank Theatre Group! Sungguh gila betapa luas dan beragamnya teater, bukan? Bentuk teater mana yang paling Anda sukai?

  • Opera

Opera merupakan jenis drama di mana dialog dalam drama tersebut disampaikan dengan cara dinyanyikan serta diiringi musik. Drama jenis ini berkembang pesat di daratan Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19. Opera umumnya dimainkan oleh penyanyi dan diiringi orchestra lengkap. Salah satu contoh music opera terkenal adalah “Le nozze di Figaro” (The Marriage of Figaro) karya dari Wolfgang Amadeus Mozart. Salah satu karya terkenal dari Mozart lainnya adalah Don Giovanni.

  • Sendratari

Sendratari merupakan jenis drama yang memadukan seni peran dengan seni tari. Aktris dan aktor yang memainkan drama ini mengucapkan dialog secara biasa, namun pada bagian bagian penting suatu drama (misal peperangan, adegan bermesraan) disampaikan lewat tarian. Sendratari yang terkenal di Indonesia salah satunya adalah Sendratari Ramayana yang dipentaskan di pelataran Candi Prambanan.

  • Arce

Drama jenis ini merupakan drama yang menyerupai dagelan, namun bukan sepenuhnya drama tersebut merupakan dagelan. Drama ini biasanya berisi tentang kejadian yang ditanggapi secara berlebihan (overeacts) serta humor humor slapstick. Salah satu contoh farce terkenal adalah drama karya Oscar Wilde yang berjudul “The Importance of Being Earnest”. Drama ini merupakan drama bergaya Victorian yang menceritakan tentang seorang pemuda yang menggunakan dua identitas berbeda untuk menemui dua orang wanita yang berbeda.

Fungsi Seni Teater

Menurut perkembangan teknologi fungsi seni teater mengalami pergeseran yang luas. Dari yang dulu fungsi teater hanya sebagai tontonan untuk umum, namun sekarang teater tersebut berfungsi sebagai pendidikan juga. Fungsi teater tersebut tidak hanya sebagai hiburan bagi masyarakat namun berfungsi pula sebagai afektif masyarakat. Adapun fungsi seni teater sebagai berikut:

  • Teater Sebagai Sarana Upacara

Pada zaman dahulu teater berfungsi sebagai sarana persembahan bagi dewa Apollo serta persembahan pesta bagi dewa Dyonesos. Teater juga berfungsi sebagai upacara kedatangan seseorang yang berada pada daerah tertentu. Pada sarana upacara tersebut tidak memerlukan penonton karena penonton tersebut merupakan bagian dari peserta upacara persembahan tersebut. Sarana upacara persembehan seperti ini biasanya dapat disebut sebagai teater Tradisional.

  • Teater Sebagai Media Ekspresi

Seni teater telah menjadi media ekspresi siswa dalam menyalurkan bakat yang mereka miliki. Berbeda dengan seni seni lainnya seperti seni musik yang mengedepankan sebuah gerakan atau tarian dengan irama suara. Seni teater lebih mengedepankan gerakan tubuh serta ucapan dalam memerankan sebuah peran. Seni teater juga mengekpresikan penghayatan jiwa dalam memerankan sebuah tokoh cerita.

  • Teater Sebagai Media Hiburan

Seni teater sebagai media hiburan memiliki fungsi penting dalam menghibur penonton yang menyaksikan sebuah pertunjukan, sehingga penonton tersebut merasa terhibur sesuai dengan yang mereka inginkan. Dalam memerankan sebuah tokoh dalam cerita tersebut pemain harus mempersiapkan dirinya secara semaksimal mungkin agar penonton merasa puas dalam menyaksikan pertunjukan tersebut.

  • Teater Sebagai Media Pendidikan

Didalam teater terdapat kerjasama tim yang terjadi secara harmonis antar satu pemain dengan pemain lainnya. Karena teater tersebut tidak dikerjakan oleh individual maka dapat disebut sebagai seni kolektif. Dalam sebuah pementasan seni selalu ada pesan yang terkandung dalam sebuah cerita ynag telah disampaikan oleh pemain. Pesan pesan moral tersebut akan lebih mudah dipahami melalui sebuah pertunjukan daripada harus membaca sebuat cerita pada buku.

Unsur- Unsur Drama

Dalam drama, hampir mirip seperti kebanyakan karya lainnya, memiliki dua unsur di dalamnya, yakni unsur intrinsik serta unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur yang terdapat pada struktur karya drama itu sendiri. Sedangkan unsur ekstrinsik dalam drama merupakan unsur unsur penyusun drama yang terletak di luar struktur karya sastranya. Unsur-unsur yang terdapat dalam seni teater dibedakan menjadi dua, antara lain:

Unsur Intrinsik

  • Tema: Tema merupakan ide pokok yang mendasari jalan cerita suatu drama. Tema sendiri dapat diungkapkan secara langsung (eksplisit) maupun secara tidak langsung (implisit).
  • Alur: Alur merupakan rangkaian peristiwa yang dirangkai secara seksama. Dalam rangkaiannya, alur memiliki tahapan tahapan yang menyusun cerita dalam drama menjadi sedemikian rupa. Tahapan tahapan tersebut antara lain :
  • Orientasi: Orientasi merupakan tahapan awal meliputi pengenalan latar dari cerita dari drama tersebut, baik latar waktu; latar tempat; serta latar suasana yang terjadi di dalam cerita.
  • Komplikasi: Tahapan ini berisi urutan kejadian-kejadian dalam drama yang sistematis yang dikembangkan dari hubungan sebab akibat. Pada bagian ini, tokoh tokoh yang terlibat dalam cerita mulai diperkenalkan, serta karakter masing masing tokoh mulai dimunculkan. Selain itu pada tahapan ini konflik mulai sedikit dikenalkan.
  • Evaluasi: Tahapan ini merupakan puncak dari rangkaian alur. Konflik cerita menjadi fokus utama pada bagian ini. Tahapan pada evaluasi terdiri dari pengenalan konflik lebih lanjut, klimaks, hingga penyelesaian konflik mulai sedikit diperkenalkan.
  • Resolusi: Yang menjadi fokus pada tahapan ini adalah penyelesaian konflik yang dihadapi tokoh utama. Pada tahapan resolusi ini solusi solusi dari konflik dimunculkan. Serta teka teki yang dimunculkan pada awal awal cerita akan terjawab pada tahapan ini.
  • Koda (Coda): Pada bagian ini semua konflik sudah terselesaikan dan menjadi akhir dari suatu drama. Tahapan terakhir ini biasanya menyimpulkan kembali amanat, nilai, maupun pelajaran yang ingin disampaikan sepanjang pertunjukan drama. Secara umum alur dibedakan menjadi dua, yakni alur maju (alur progresif) serta alur mundur (alur regresif). Alur maju atau alur progresif merupakan rangkaian kejadian yang diceritakan maju atau menceritakan kejadian kejadian yang akan terjadi seiring berjalannya waktu. Sedangkan alur mundur atau alur regresif merupakan rangkaian kejadian yang diceritakan secara mundur atau menceritakan kejadian sekarang namun rangkaian lanjutannya merupakan kejadian kejadian yang sudah terjadi sebelumnya, sebelum kejadian sekarang. Dalam perkembangannya, dikenal pula alur maju mundur, yakni alur yang memiliki rangkaian cerita berupa kombinasi dari alur maju serta alur mundur.
  • Penokohan: Penokohan merupakan penggambaran watak dari tokoh yang tergambar dari sikap, perilaku, ucapan, pikiran, dan pandangan tokoh tersebut dalam setiap situasi yang dihadapi dalam drama. Watak suatu tokoh dalam drama dapat diungkapkan melalui beberapa cara, mulai dari 1) Tindakan atau perbuatan, 2) Dialog atau ucapan, 3) Pikiran serta perasaan, 4) Penampilan. Dalam beberapa drama, watak tokoh juga kadang diungkapkan lewat narasi dari narator. Berdasarkan pengungkapan watak tokohnya, penokohan terdapat dua metode penokohan sebagai yakni:

metode analitik, yakni diungkapkan secara langsung melalui narasi yang ada oleh narator.

metode dramatik, yakni melalui tingkah laku, ucapan, perasaan, serta penampilan fisik tokoh.
Selain metode penokohan, berdasarkan perannya, tokoh dalam suatu drama dapat dibedakan menjadi tiga tokoh, yakni:

  1. Protagonis : Tokoh yang memiliki watak baik atau berperan sebagai orang baik.
  2. Antagonis : Tokoh yang memiliki watak kurang baik (tercela) atau berperan sebagai orang jahat.
  3. Tritagonis : Tokoh pembantu yang memiliki terkadang menjadi pendukung tokoh protagonis namun di sisi lain terkadang juga menjadi pendukung tokoh berwatak antagonis. Jika dilihat dari kedudukan tokoh dalam cerita atau drama, tokoh dibedakan menjadi tokoh utama (sentral) serta tokoh bawahan (sampingan).

Tokoh utama merupakan tokoh yang memiliki jalannya cerita, atau dalam kata lainnya jalannya cerita dalam drama tersebut berpusat pada sekitar tokoh utama. Sedangkan tokoh sampingan merupakan tokoh yang muncul dalam cerita yang masih memiliki hubungan dengan tokoh utama, serta bukanlah sorotan utama jalannya cerita.

  • Latar: Latar merupakan keadaan yang ingin digambarkan dalam drama yang meliputi tempat, waktu, serta suasana yang ingin ditampilkan, selain itu latar sosial seperti hubungan tokoh dengan lingkungannya juga masuk dalam unsur latar.
  • Aspek Ruang: Aspek ruang menggambarkan tempat kejadian dari suatu cerita atau babak dalam sebuah drama.
  • Aspek Waktu: Aspek waktu menggambarkan kapan suatu cerita atau babak dalam sebuah drama terjadi. Aspek ini sangat berpengaruh pada penyampaian alur yang akan dibawakan dalam drama.
  • Aspek Suasana: Aspek ini menggambarkan suasana yang terjadi dalam suatu cerita atau babak dalam sebuah drama. Biasanya hubungan antar tokoh juga dimasukkan dalam aspek ini karena hubungan suatu tokoh dianggap dapat menciptakan suasana yang akan dibangun dalam sebuah cerita.
  • Amanat: Unsur amanat atau pesan merupakan unsur yang wajib ada dalam sebuah drama mapun karya sastra lainnya. Amanat atau pesan merupakan nilai didik yang ingin disampaikan oleh penulis naskah lakon kepada penonton melalui pertunjukan yang dipentaskan, baik secara eksplisit dan implisit. Nilai-nilai yang terkandung dapat berupa nilai agama, sosial, moral, dan budaya yang pada intinya memberikan suatu pelajaran hidup yang bermanfaat bagi penonton.
  • Unsur Ekstrinsik: Unsur ekstrinsik dalam drama merupakan unsur unsur pendukung jalannya sebuah drama yang berasal dari luar struktur sastra drama tersebut. Unsur unsur pendukung tersebut antara lain pimpinan produksi, sutradara, tim kreatif, penata rias dan kostum, penyandang dana, serta unsur unsur pendukung lainnya dalam pementasan suatu drama. Selain itu unsur ekstrinsik dapat berupa faktor faktor yang tengah berkembang dalam masyarakat, seperti perkembangan ekonomi, situasi politik, situasi sosial budaya, tingkat pendidikan, akses terhadap masyarakat, hal ini dikarenakan unsur unsur tersebut dapat mempengaruhi penulis dalam menentukan jenis cerita yang akan dipentaskan serta mempengaruhi bagaimana tanggapan penonton terhadap suatu pertunjukan drama. Selain itu faktor psikologis baik dari pemain, kru, maupun menonton juga termasuk dalam unsur ekstrinsik yang dapat mempengaruhi jalannya sebuah drama.
  • Babak: Babak dalam naskah drama merupakan setiap bagian atau sesi adegan dalam drama. Babak merupakan rangkuman semua peristiwa yang terjadi di suatu latar tempat pada urutan waktu tertentu.
  • Adegan: Adegan merupakan struktur yang meliputi cara seorang aktor atau aktris membawakan tokoh yang diperankannya dalam suatu drama. Adegan juga merupakan bagian dari suatu babak di mana batas dari suatu adegan ditentukan oleh perubahan peristiwa ataupun transisi datang perginya seorang tokoh dalam suatu babak drama.
  • Dialog: Dialog merupakan bagian dari naskah drama yang berupa rangkaian percakapan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. Penulisan dialog dalam naskah drama menggunakan tanda baca petik (“_”).
  • Prolog: Prolog merupakan sebuah bagian yang menjadi pengantar naskah. Prolog dapat berisi satu atau beberapa keterangan maupun pendapat dari penulis naskah drama tentang cerita yang akan dipentaskan. Biasanya disampaikan oleh seorang narator.
  • Epilog: Epilog merupakan bagian penutup dari suatu drama. Sama seperti prolog, bagian ini biasanya juga akan disampaikan oleh narator yang berisi tentang sekilas kisah balik maupun kesimpulan dari isi drama yang telah dipentaskan.

Itulah penjelasan mengenai teater, semoga saja dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan anda.

Categories
kesenian

RELATED BY