Mengenal Lebih Dalam Tentang Narkoba

Narkoba sepertinya tidak pernah ada habisnya untuk dibahas. Setiap hari ada saja berita mengenai narkoba. Kini berita tersebut lebih banyak didominasi oleh kalangan artis dan politik. Sayang sekali, padahal...

Narkoba sepertinya tidak pernah ada habisnya untuk dibahas. Setiap hari ada saja berita mengenai narkoba. Kini berita tersebut lebih banyak didominasi oleh kalangan artis dan politik. Sayang sekali, padahal narkoba termasuk candu yang sangat mematikan yang harus dihindari. Maka dari itu banyak sekali berita tentang orang-orang yang ketahuan mengonsumsi narkoba. Tidak hanya itu, setiap orang wajib mengenal pengertian apa itu narkoba, beserta jenis-jenis dan segala yang berhubungan dengan narkoba, agar tidak terjerumus ke lubang kesengsaraan dan kematian.

Pengertian Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lain. Ketiganya disebut juga dengan istilah Napza. Makna keduanya sama, hanya penyebutannya saja berbeda. Narkoba atau narkotika adalah obat-obatan berbahaya yang mengandung bahan kimia baik sintetik ataupun organik yang merusak kerja saraf. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).

Psikotropika merupakan obat alamiah atau sintesis yang bukan termasuk narkotika yang bisa mempengaruhi syarat pusat dan membuat perubahan pada mental dan tingkah laku. Obat-obatan terlarang berarti jenis obat sintetis yang memiliki tanda larangan atau tidak bisa dijual sembarangan. Kalau membeli harus memakai surat izin dari dokter. Sedangkan zat adiktif lainnya merupakan zat lain yang tidak termasuk narkotika atau prikotropika yang bisa membuat ketergantungan. Narkoba memiliki banyak jenis dan juga dapat digolongkan menjadi beberapa bagian.

Narkoba dikonsumsi dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa jenis narkoba dikonsumsi dengan cara dihisap, ada yang disuntikkan, serta diminum seperti pil. Meskipun cara memakainya berbeda, efeknya tetap sama, obat obatan terlarang membuat kecanduan atau ketergantungan serta merusak fungsi saraf, otak dan tubuh.

Jenis- Jenis Narkoba Dan Efek Menggunakannya

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang bahaya dan dampak dalam penyalahgunaan narkoba, mari kita ketahui dulu apa jenis jenis yang ditimbulkan oleh narkoba tergantung jenis narkoba tersebut.

Seseorang yang sudah mengalami ketergantungan narkoba kemungkinan besar tubuhnya akan mengalami kerusakan dan pada akhirnya akan berdampak pada kematian. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa narkoba adalah kepanjangan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif, sehingga begitu banyak sekali jenis-jenis narkoba. Kita semua perlu mengetahuinya sebagai bentuk upaya pencegahan diri dari narkoba. Adapun jenis-jenisnya antara lain morfin, kokain, ganja, putaw, opium, metadon, pil ekstasi, sabu-sabu, dan masih banyak yang lainnya.

Narkotika

Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkotika memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat, sehingga zat ini dapat menimbulkan ketergantungan pada penggunanya.

Adapun jenis dari narkotika adalah:

1. Morfin

Morfin berasal dari kata morpheus (dewa mimpi) yang merupakan alkaloid analgesik yang sangat kuat yang ditemukan pada opium. Zat ini bekerja secara langsung pada sistem saraf pusat sebagai penghilang rasa sakit.

Cara Penggunaan :

Cara penggunaannya adalah dengan disuntikkan ke otot atau pembuluh darah.

Gejala fisik pengguna:

  • Pupil mata menyempit
  • Melambatnya denyut nadi
  • Tekanan darah menurun
  • Suhu badan menurun
  • Mengalami kelemahan pada otot, akan tetapi jika sudah kecanduan akan mengalami kejang otot.

Efek samping pemakaian:

  • Menurunnya kesadaran pengguna
  • Menimbulkan euforia
  • Kebingungan
  • Berkeringat
  • Dapat menyebabkan pingsan dan jantung berdebar-debar
  • Menimbulkan gelisah dan perubahan suasana hati
  • Mulut kering dan warna muka berubah
  • Mengalami kejang lambung
  • Produksi air seni berkurang
  • Mengakibatkan gangguan menstruasi dan impotensi

2. Heroin / Putaw

Heroin dihasilkan dari pengolahan morfin secara kimiawi. Akan tetapi, reaksi yang ditimbulkan heroin menjadi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri, sehingga mengakibatkan zat ini sangat mudah menembus ke otak. Cara penggunaannya yaitu dengan cara disuntikkan ke anggota tubuh ataupun bisa juga dengan cara dihisap.

Gejala /efek yang ditemukan pada pengguna hampir sama dengan pengguna morfin yaitu :

  • Melambatnya denyut nadi
  • Tekanan darah menurun
  • Otot menjadi lemas
  • Pupil mengecil
  • Hilang kepercayaan diri
  • Suka menyendiri
  • Seringkali berdampak kriminal, misalnya berbohong, menipu
  • Kesulitan saat buang air besar
  • Sering tidur
  • Kemerahan dan rasa gatal pada hidung
  • Gangguan bicara (cadel)

3. Barbiturat

Barbiturat adalah obat penenang yang digunakan untuk mengurangi aktivitas di otak atau depresan sistem saraf pusat. Ia menimbulkan efek kecanduan dan berbahaya ketika digunakan bersamaan dengan alkohol. Biasa Barbiturat ini digunakan sebagai obat tidur. Cara kerjanya mempengaruhi sistem syaraf. Efek dari mengkonsumsi barbiturat dapat terlihat 3 hingga 6 jam.

Efek dan gejalanya :

  • Sering sembrono
  • Euforia
  • Sering merasa kebingungan
  • Mengalami pingsan
  • Mengalami masalah pernafasan

4. Kokain

Kokain merupakan berasal dari tanaman Erythroxylon coca di Amerika Selatan. Biasanya daun tanaman ini dimanfaatkan untuk mendapatkan efek stimulan, yaitu dengan cara dikunyah. Kokain dapat memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.

Kokain mempunyai 2 bentuk yaitu Kokain hidroklorida, berupa kristal berwarna putih, rasanya sedikit pahit, serta bersifat mudah larut dan Kokain free base ia tidak berbau dan rasanya pahit. Cara pemakaian kokain adalah dengan cara dihirup atau sebagai bahan campuran rokok.

Efek / gejala yang timbul dari pemakaian kokain yaitu :

  • Dapat memberikan efek kegembiraan yang berlebihan bagi si pengguna
  • Sering merasa gelisah
  • Menurunnya berat badan
  • Timbul masalah pada kulit
  • Mengalami gangguan pernafasan
  • Sering kejang-kejang
  • Sering mengeluarkan dahak
  • Mengalami emfisema ( kerusakan pada paru-paru)
  • Turunnya selera makan
  • Mengalami paranoid
  • Mengalami gangguan penglihatan
  • Sering merasa kebingungan

5. Codein atau Kodein

Sejenis obat batuk yang biasa digunakan/diresepkan oleh dokter, namun obat ini memiliki efek ketergantungan bagi si pengguna. Karena kodein merupakan hasil proses dari metilasi morfin, penggunaannya dengan cara dihisap.

Efek / gejalanya yaitu :

  • Mengalami euforia
  • Sering mengalami gatal-gatal
  • Mengalami mual dan muntah
  • Mudah mengantuk
  • Mulut terasa kering
  • Mengalami hipotensi
  • Mengalami depresi
  • Sering sembelit
  • Mengalami depresi saluran pernafasan

6. Ganja / Kanabis / mariyuana

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya yang menghasilkan serat, kandungan zat narkotika terdapat pada bijinya. Narkotika ini dapat membuat si pemakai mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Tumbuhan ini telah dikenal manusia sejak lama, seratnya digunakan sebagai bahan pembuat kantung dan bijinya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak. Awalnya, tanaman ini hanya ditemukan di negara-negara beriklim tropis. Namun belakangan ini, di negara-negara beriklim dingin pun telah banyak membudidayakan tanaman ini, yaitu dengan cara dikembangkan di rumah kaca.

Cara Penggunaan:

Cara penggunaan narkotika jenis ini adalah dengan cara dipadatkan menyerupai rokok lalu dihisap.

Efek / gejala yang terlihat dari pecandu ganja adalah :

  • Denyut nadi dan jantung lebih cepat
  • Mulut dan tenggorokan terasa kering
  • Sulit dalam mengingat
  • Sulit diajak berkomunikasi
  • Kadang-kadang terlihat agresif
  • Mengalami gangguan tidur
  • Sering merasa gelisah
  • Berkeringat
  • Nafsu makan bertambah
  • Sering berfantasi
  • Euforia

Ganja merupakan salah satu jenis narkotika yang dapat mengakibatkan kecanduan. Jika pemakaiannya dihentikan, sipemakai sering mengalami sakit kepala, mual yang berkepanjangan, sering merasa kelelahan dan badan menjadi lesu.

7. LSD atau Lysergic Acid / Acid / Trips / Tabs
Asam lisergat dietilamida (LSD) merupakan jenis bahan kimia baru yang bersifat halusinogen. Bahan kimia atau obat ini berbentuk seperti kertas dan biasanya melekat dengan istilah psikadelik. Memiliki toksisitas rendah, namun uap yang ditimbulkan dapat menyebabkan gangguan penglihatan sementara.

Efek yang ditimbulkan LSD adalah:

  • Sering berhalusinasi mengenai berbagai kejadian, tempat, warna, dan waktu
  • Sering terobsesi dengan apa yang ada dalam halusinasinya
  • Sering juga mengalami paranoid akibat hal-hal yang dihalusinasikannya
  • Denyut jantung dan tekanan darahnya meningkat
  • Diafragma mata melebar
  • Mengalami demam
  • Sering depresi dan merasa pusing
  • Memiliki rasa panik dan takut yang berlebihan
  • Mengalami gangguan persepsi
8. Opiat / Opium
Opiat adalah istilah yang digunakan dalam farmakologi sebagai obat yang berasal dari opium. Opiat termasuk dalam kelompok biosintesis alkaloid benzilisoquinoline, karena alkaloid alami yang ditemukan pada opium. Biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit.
Berikut efek yang disebabkan oleh opiat:
  • Memiliki semangat yang tinggi
  • Sering merasa waktu berjalan begitu lambat
  • Merasa pusing / mabuk
  • Birahi meningkat
  • Timbul masalah kulit di bagian mulut dan leher
  • Sering merasa sibuk sendiri

Psikontropika

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku penggunanya. Untuk itu banyak jenis Psikontropika di bawah ini.

1. Sabu- sabu

Merupakan zat yang biasanya digunakan untuk mengobati penyakit yang parah seperti gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi. Cara penggunaan sabu-sabu adalah dengan cara dihisap.

Efek yang ditimbulkan adalah :

  • Jantung berdebar-debar
  • Naiknya suhu tubuh
  • Mengalami insomnia
  • Timbul euforia
  • Nafsu makan menghilang
  • Kekurangan kalsium
  • Mengalami depresi yang berkepanjangan
2. Angel dust / Phencyclidine
Phencyclidine (PCP), juga dikenal sebagai angel dus adalah obat disosiatif. PCP dibawa ke pasar pada tahun 1950 sebagai obat farmasi anestesi. Namun, ditarik lagi dari pasaran pada tahun 1965 karena tingginya prevalensi efek samping halusinasi disosiatif yang ditimbulkan.
Biasanya berbentuk bubuk dan cair, berikut dampak yang ditimbulkan oleh PCP:
  • Sering berhalusinasi
  • Gangguan fungsi motorik
  • Meningkatnya detak jantung
  • Suhu tubuh meningkat

3. Demerol

Demerol (meperidin) adalah obat penghilang rasa sakit. Demerol digunakan untuk mengobati rasa sakit yang sedang hingga rasa sakit yang parah. Sangat tidak dianjurkan untuk mengkomsumsi obat ini dalam jumlah yang lebih banyak, atau lebih lama dari yang ditentukan. Sebaiknya tidak menggunakan Demerol jika Anda menderita asma atau masalah pernapasan.

Efek yang ditimbulkan oleh demerol adalah:
  • Melambatnya sistem pernafasan dan detak jantung
  • Mengantuk
  • Kelemahan pada otot
  • Berkeringat
  • Gangguan pada pupil
  • Pingsan
4. Nipam
Nipam adalah obat yang digunakan untuk bantuan jangka pendek dari kecemasan yang parah, melumpuhkan kecemasan dan insomnia. Nipam juga memiliki sifat penenang, serta amnestic, antikonvulsan, dan efek relaksasi rangka otot.
Efek penyalahgunaan obat ini adalah:
  • Mengalami cadel saat berbicara
  • Jalan sempoyongan
  • Wajah menjadi kemerahan
  • Menjadi banyak bicara
  • Kurang fokus
  • Turunnya kesadaran

5. Sedatif-Hipnotik (Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum

Efek yang ditimbulkan adalah:
  • Sulit mengendalikan diri
  • Menjadi acuh
  • Mengalami gangguan konsentrasi
  • Mengalami kebingungan
  • Euforia
  • Kalau berjalan menjadi sempoyongan
  • Mengalami slurred speech (berbicara sambil menelan)

Zat Adiktif

Zat Adiktif adalah obat dan bahan-bahan lainnya yang menimbulkan kerja biologi, ketergantungan, dan ketagihan bila dikonsumsi organisme hidup termasuk manusia. Zat adiktif jika dihentikan akan menimbulkan efek yang luar biasa atau sakit. Zat adiktif tidak tergolong narkotik dan psikotropika, tetapi zat adiktif menimbulkan ketagihan, zat adiktif antara lain minuman keras, kopi, dan rokok.
1. Nikotin
Adalah senyawa organic alkaloid yang pada umumnya mengandung hidrogen, karbon, dan biasanya juga terdapat oksigen. Nikotin dapat menimbulkan berbagai gangguan jika terlalu banyak menggunakannya seperti gangguan pernapasan, jantung dan paru-paru serta dapat mengubah susunan DNA sel sperma yang, sehingga janin yang dikandungnya dapat berisiko cacat.
2. Alkohol
Adalah senyawa organik turunan dari senyawa alkana dengan gugus OH. Alkohol masuk dalam kategori Zat adiktif. Alkohol dapat menyebabkan kerusakan sistem pencernaan, kerusakan hati, jantung, ginjal, gangguan usus, timbulnya depresi dan hilangnya ingatan serta dapat mempengaruhi kesuburan pria dan  wanita dalam memperoleh keturunan.
3. Kafein
Adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal yang berbentuk kristal dan memiliki rasa pahit. Kafein bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Kafein sering ditemukan pada kopi, yang digunakan sebagai komposisi obat penyebuhan flu dan sakit kepala dan mencegah timbulnya rasa ngantuk. Ketergantungan pada kafein dapat menyebabkan rasa cemas dan gangguan pada jantung.
4. Solvent
Contoh solvent adalah zat perekat dan bensin yang dihirup baunya. Solvent menimbulkan infeksi tenggorokan, gangguan fungsi kerja otak, gangguan pernafasan, dan kerusakan pada hati dan ginjal.

Penyalahgunaan Narkoba Di Indonesia

Di Negara kita, Indonesia, peredaran narkoba sudah banyak sekali yang memakainya. Saking banyak yang memakainya ini juga sangat mengkhawatirkan, sehingga ujung- ujungannya terjadi sebuah permasalahan, yang permasalahannya itu adalah narkoba yang menjadi salah satu permasalahan nomor wahid di Indonesia. Oleh sebab itu, maka jelas sekali bahwa narkoba wajib diberantas sampai ke akar- akarnya. Tidak hanya pemakaiannya saja, tapi juga pengedar.

Ganjaran yang harus diberikan kepada siapa pun yang terbukti memakai dan mengedarkan harus tegas dan sesuai dengan kadar timbangannya. Narkoba menjadi semakin meluas hingga merambah ke pelosok karena berkat dukungan dari budaya global yang dikuasai oleh budaya Barat, khususnya Amerika Serikat. Budaya semacam ini santer beredar melalui media, seperti TV, film dan VCD atau DVD.

Anak muda yang notabennya sedang berada pada masa pencarian jati diri dan biasanya cenderung suka mencoba-coba hal baru mudah tergiur untuk meniru atau mengadopsi salah satu mengkonsumsi narkoba.

Berikut ini daftar penyalahgunaan narkoba di Indonesia berdasarkan tahunnya:

  1. Tahun 2010, prevalensi penyalahgunaan mengalami kenaikan dengan jumlah 2.21 persen atau jika dijumlahkan sekitar 4.02 juta orang atau pengguna.
  2. Tahun 2011, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin meningkat, yaitu dari 2.21 persen menjadi 2.8 persen atau dari 4.02 juta menjadi 5 juta orang.

Jika ditelurusi lebih dalam lagi, sebenarnya penanggulangan narkoba telah ada sejak tahun 1971 di Indonesia. Meskipun demikian, tidak ada upaya yang signifikan untuk mengatasi status tersebut. Bahkan, kasus yang berkaitan dengan narkoba terus semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu buktinya adalah pada tahun 2010 dan tahun 2011 seperti yang telah dibeberkan diatas.

Lalu bagaimana dengan penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2017?

Pada tahun 2017, pengaruh narkoba sudah sampai ke lini di setiap daerah di Indonesia, termasuk pedesaan kecil. Menurut Buwas atau Komjen Budi Waseso selaku Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), permasalahan narkoba telah rata menyeluruh ke nadi masyarakat Indonesia, dari mulai kalangan beruang hingga masyarakat kalangan bawah yang hidup di desa.

Bahkan terdapat kasus adanya bayi yang baru berusia enam bulan telah terkontaminasi narkoba. Bukankah itu sangat memprihatinkan? Seharusnya kita turut prihatin dengan semakin naiknya angka pengguna narkoba dari tahun ke tahun. Mengetahui ini, maka sudah sepantasnya jika permasalahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia mendesak untuk diselesaikan.

Faktor Yang Mendorong Seseorang Menyalahgunakkan Narkoba

Dua faktor yang biasanya menjadi pendorong atau pemicu seseorang berani mengkonsumsi narkoba secara illegal (tanpa anjuran ahli kedokteran), yaitu:

1. Motivasi

Kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi di Indonesia yang paling utama adalah karena adalah motivasi. Motivasi ini timbul karena sang pengguna memiliki hubungan dengan keadaan individu, baik keadaan dari aspek emosional, fisik, mental-intelektual ataupun interpersonal.

2. Faktor lain yang kompleks (faktor sosiokultural)

Selain motivasi, ada faktor lainnya yang melatarbelakangi maraknya penyalahgunaan narkoba di Indonesia, yaitu faktor sosiokultural. Faktor sosiokultural merupakan keadaan atau suasana hati seseorang yang menekan terlalu mendalam ke dalam diri remaja atau si pengguna. Yang termasuk dalam golongan faktor sosiokultural, yaitu:

  • Peningkatan teknologi yang pesat
  • Pengaruh media masa. Contohnya karena adanya iklan yang berkaitan dengan obat-obatan atau zat kimia.
  • Lenyapnya nilai-nilai atau sistem agama serta menurunnya standar moral, seperti budi pekerti atau Akhlaq.
  • Meningkatnya angka pengangguran, sehingga menyebabkan keputusasaan. Orang yang putus asa cenderung akan menghibur diri dengan hal-hal yang negative, termasuk mengkonsumsi narkoba.
  • Menjadi manusia untuk orang lain.
  • Ketidakseimbangan keadaan ekonomi. Contohnya adalah perbedaan ekonomi etno rasial, kemewahan yang membosankan, kemiskinan, dan lain sebagainya.
  • Perpecahan unit keluarga. Contohnya seperti perceraian, keluarga yang tinggal secara nomaden, orang tua yang tidak ada atau jarang di rumah, kurangnya pengawasan dan kasih sayang orang dewasa yang baik (orang tua atau wali) dan lain sebagainya.

Dampak Positif Penggunaan Narkoba

Berdasarkan para ahli kesehatan, narkoba adalah senyawa-senyawa psikotropika yang sering dipakai untuk membius pasien ketik akan dioperasi atau obat-obat untuk penyakit tertentu.

Ganja

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak zaman dahulu dan dipakai sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan karena kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat pada penanaman ganja, di Indonesia khususnya di wilayah Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.

Tanaman ini ditemukan hampir setiap negara yang beriklik tropis. Bahkan sebagian negara beriklim dingin pun telah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Morfin

Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang dijumpai pada opium. Morfin juga bekerja secara langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit, merangsang batuk, mengurangi rasa lapar, dan membuat konstipasi. Morfin memunculkan ketergantungan tinggi daripada zat-zat lainnya.

Kokain

Kokain merupakan senyawa sintesis yang memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain adalah alkaloid yang diperoleh dari tanaman Erythroxylon coca, yang asalnya dari negara Amerika Selatan, yang mana daun dari tanaman ini sering dikunyah oleh penduduk setempat untuk memperoleh “efek stimulan”.

Pada saat ini Kokain masih dipakai sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan pada hidung, mata, dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

Dampak Negatif Penggunaan Narkoba

Berikut beberapa dampak negatif dari pemakaian narkoba, antara lain:

Halusinogen

Efek dari narkoba dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu benda yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata apabila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu. Misalnya kokain dan LSD.

Stimulan

Efek dari narkoba yang dapat mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya menjadikan orang yang mengonsumsinya lebih bertenaga dan juga cenderung membuat lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.

Depresi

Efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syarat pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga penggunanya merasa tenang bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya adalah Heroin atau putaw.

Kesimpulan

Penyalahgunaan Napza dapat berakibat fatal dan menyebab kematian secara seketika. Jika sudah kecanduan, pengobatannya membutuhkan waktu yang lama. Kemungkinan besar pecandu napza akan dikucilkan dari masyarakat.

Itulah penjelasan mengenai narkoba. Jadi pengguna narkoba sebenarnya juga tidak sedikit yang ingin lepas dari dunia hitam ini. Akan tetapi usaha untuk seorang pecandu lepas dari jeratan narkoba tidak semudah yang dibayangkan.

Categories
info

RELATED BY