Cabai Paling Pedas Yang Membuat Bibir Jontor

“Cabai Paling Pedas Di Dunia Yang Membuat bibir jontor. Tentu membuat masyarakat Indonesia menjadi sedikit terganggu. Hal tersebut dikarenakan hampir semua penduduk Indonesia menyukai makanan yang bercita rasa pedas....

“Cabai Paling Pedas Di Dunia Yang Membuat bibir jontor. Tentu membuat masyarakat Indonesia menjadi sedikit terganggu. Hal tersebut dikarenakan hampir semua penduduk Indonesia menyukai makanan yang bercita rasa pedas. Semakin pedas rasanya maka makanan akan semakin nikmat. Tahukah cara untuk mengukur tingkat kepedasan ada satuan ukuran baku yang digunakan di dunia yakni untuk menunjukan jumlah zat kimia yang menimbulkan rasa pedas (kapsaisin) pada cabai. Rata-rata cabai rawit merah (Tabasco pepper) di Indonesia tingkat kepedasannya sebesar 50.000. Dan di dunia ada banyak jenis cabai yang memiliki tingkat kepedasan di atas cabai rawit merah, bisa sampai 40 kali lipat super pedas. Penasaran cabai apa saja itu? Berikut ini dia informasinya.

1. Trinidad Scorpion Butch T (1.463.700 SHU)

Cabai paling pedas pertama kali datangnya dari negara Trinidad dan Tobago.  Yang berasal dari negara kepulauan Karibia tersebut, cabai Trinidad Scorpion Butch T dikembangbiakkan oleh Butch Taylor di Mississippi, Amerika Serikat. Nama cabai tersebut selain terinspirasi dari penemunya Butch Taylor juga dikarenakan dari bentuk tangkainya juga menyerupai ekor yang melengkung seperti kalajengking. Cabai yang pernah meraih rekor dunia sebagai cabai terpedas di dunia pada tahun 2011 ini memiliki tingkat kepedasan sebesar 1.463.700 SHU.

2. Pot Primo (1.469.000 SHU)

Pot Primo merupakan cabai yang diciptakan oleh Troy Primeaux, seorang ahli hortikultura yang berasal dari Louisiana. Nama cabai ini diilhami dari nama panggilan penciptanya yakni Primo. Bentuk dari cabai ini pada bagian atasnya kembung dan mengkerut seperti buntut kecil pada bagian bawahnya. Tapi jangan main-main jika memakannya, bisa saja ini membuat teman- teman akan merasakan sensasi yang sangat luar biasa bisa membakar lidah dan tenggorokan. 7 Pot Primo merupakan persilangan antara benih cabai Naga Morich dan Trinidad 7 Pot sejak tahun 2005 hingga delapan generasi setelahnya. Cabai hibrida ini baru berkembang biak secara stabil setelah 6-7 generasi sejak persilangan pertamanya. Tingkat kepedasan 7 Pot Primo adalah sebesar 1.469.000 SHU.

3. Trinidad Moruga Scorpion (2.009.231 SHU)

Trinidad dan Tobago ini memang mempunyai tempat yang sesuai pada cabai. Selain kedua cabai ini mempunyai rasa super pedas di atas, di negara Kepulauan Karibia ini juga terdapat cabai yang lebih pedas lagi bernama Trinidad Moruga Scorpion. Bentuk cabai ini memang terlihat lucu, seperti gabungan antara buah ceri dengan jambu air, namun jangan salah jika yang lainnya memakannya, dijamin bibir anda akan merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
Pertama kalinya kita makan  cabai ini memang terasa sedikit rasa manis yang kemudian berganti menjadi rasa pedas secara terus- menerus  hingga ke level yang akan membahayakan. Cabai yang dikembangkan oleh warga lokal bernama Wahid Ooger ini pada tahun 2012 berhasil memecahkan rekor dunia sebagai cabai terpedas di dunia. Nama Moruga dari cabai yang diambil dari nama pulau di tempat cabai ini dikembangbiakan. Tingkat kepedasan dari Trinidad Moruga Scorpion ini adalah sebesar 2.009.231 SHU.

4. Pot Douglah (1.853.936 SHU)

Selain Trinidad Scorpion Butch T, di negara Trinidad dan Tobago juga terdapat cabai super pedas lainnya yang tidak kalah pedasnya. 7 Pot Douglah sangat terkenal di kalangan pecinta kepedasan level yang sangat luar biasa. Hal tersebut dikarenakan selain pedasnya yang luar biasa, cabai ini juga memiliki rasa yang nikmat. 7 Pot Douglah bisa terbilang cabai unik, jika biasanya cabai berwarna merah atau hijau, cabai ini justru berwarna cokelat tua dan permukaannya dipenuhi bercak-bercak.
Jika dilihat sekilas cabai ini mirip dengan buah kurma, mungkin jika kita gabungkan jadi satu yang pasti teman kita akan salah mengambilnya, alih-alih ingin makan kurma yang maniseh ternyata malah makan cabai yang super pedas. Jenis cabai ini tergolong yang langka karena metode pembudidayaannya sangat sulit, hanya berapa persen kecil yang berhasil hidup sempurna. Cabai ini juga memiliki nama lain Chocolate 7 Pod atau 7 Pot Brown ini memiliki tingkat kepedasan 1.853.936 SHU.

5. Carolina Reaper (2.200.000 SHU)

Hingga saat ini pemegang rekor cabai terpedas di dunia masih dipegang oleh Carolina Reaper. Dan mendapatkan suatu penghargaan yang diberikan oleh Guinness World Record pada 7 Agustus 2013. Jika dilihat dari namanya kita sudah bisa tahu dari mana cabai ini berasal, Carolina Reaper berasal dari Carolina bagian selatan di Amerika Serikat. Meski orang-orang mengatakan rasanya juga enak namun melihat bentuknya saja dapat mengingat kepedasannya yang nomor satu di dunia, selera makan kita pasti langsung sirna. Carolina Reaper diciptakan oleh dari hasil persilangan cabai jenis Pakastani Naga dan Red Habanero oleh Ed Currie yang merupakan pemilik perusahaan PuckerButt Pepper. Tingkat kepedasan dari cabai ini adalah sebesar 2.200.000 SHU.

Categories
info

RELATED BY

  • Inilah Hal Yang Menyebabkan Badan Sulit Gemuk

    Siapa sih yang enggak mau badannya gemuk? Ya, tentunya pasti mau dong. Karena setiap orang pasti menginginkan badan yang gemuk. Tetapi jangan gemuk-gemuk kali lha yang penting hanya berisi...
  • Kumpulan Sumur Terindah Di Dunia

    Mau tau enggak sumur apa saja yang paling indah? Ya, tentunya pengen tau dong. Karena baru pertama kalinya saya mendengarnya. Memang sih ciptaan Tuhan ini sangat luar biasa jadi...
  • Mau Belanja Murah? Inilah Tipsnya Untuk Menawar Barang

    Jika Anda berpergian, yang pastinya akan membawa oleh-olehkan untuk pulangnya. Nah, kalau masalah membeli pastikan ya girls kalau barang tersebut baik- baik saja. Selain itu ada juga masalah tawar-menawar....
  • Galau? Yuk, Kunjungi Tempat Ini

    Galau? Ya, biasanya ini disebabkan karena putus cinta. Kalau memang Anda sedang galau, sebaiknya Anda tidak perlu khawatir karena untuk mengobati rasa galau Anda, sebaiknya Anda harus berkunjung ke...