Kisah 7 Jendral Yang Gugur Dan Ditemukan Di Lubang Buaya

Kisah kemerdekaan Indonesia merupakan kisah sejarah yang begitu penuh polemik berkepanjangan bahkan setelah negeri ini merdeka. Salah satunya adalah kejadian gerakan 30 September PKI atau lebih dikenal sebagai G30S/PKI...

Kisah kemerdekaan Indonesia merupakan kisah sejarah yang begitu penuh polemik berkepanjangan bahkan setelah negeri ini merdeka. Salah satunya adalah kejadian gerakan 30 September PKI atau lebih dikenal sebagai G30S/PKI yang menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia. Kejadian kelam pada tahun 1965 itu merupakan deretan pasukan komunis yang membantai para Jendral hingga Letnan negeri ini yang dibunuh ke dalam sumur. Tempat pembantaian itu kemudian dikenal sebagai Lubang Buaya. Di balik tragedi tersebut, selain menyimpan sejarah kelam

Lubang buaya saat ini sudah jauh berbeda dengan tahun 1965 masa silam. Daerah ini merupakan daerah yang terpencil dan merupakan daerah militer PKI (Partai Komunis Indonesia). Namun sekarang tempat ini di dirikan Monumen Pancasila sebagai penghormatan bagi Jenderal yang telah gugur. Meskipun sekarang tempat ini sudah dijadikan tempat wisata sejarah, kisah-kisah sadis dan kejam mengenai pembantaian pada jaman itu masih sangat membekas. Bahkan bagi masyarakat sekitar tempat Lubang Buaya ini dikenal sebagai tempat yang horror.

7 Jendral Yang Gugur

Jendral yang gugur dan di temukan di lubang buaya yaitu sebagai berikut :

1 Letjen TNI Ahmad Yani

Menteri atau panglima angkatan darat bisa di sebut sebagai kepala staf komando tertinggi, jenazah letjen Ahmad Yani di identifikasi, team dokter menemukan 8 luka tembakan dari arah depan, dan dua tembakan dari arah belakang, sementar di bagian perut terdapat 2 buah luka tembak yang tembus dan satu buah luka tembak yang tembus di bagian punggung.

2 Mayjen TNI Raden Suprapto

Deputi 2 mentri atau panglima angkatan darat bidang administrasi, jenazah mayjen R.Suprapto di identifikasi oleh dokter gigi RSPAD, dari susunan gigi geligi sang jendral, pada jenazah R.suprapto ditemukan 3 luka tembak masuk di bagian depan, 8 luka tembak masuk di bagian belakang, 3 luka tembak keluar di bagian depan, 2 luka tembak keluar bagian belakang, 3 luka tusuk hingga luka patah tulang yang di akibatkan benda tumpul di bagian kepala

3 Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono,

Deputi 3 mentri atau panglima angkatan darat bidang perencanaan dan pembinaan, jenazah MT.Haryono di identifikasi oleh saudara kandungnya MT.Mulyono pegawai perusahaan negara gaya motor, salah satu tanda pengenal jenazah ini adalah cin-cin kawin bertuliskan mariatna nama sang istri. Selain kartu tanda anggota angkatan darat dan surat izin mengemudi serta foto di dalam dompetnya, dan di bagian perut MT.Haryono di temukan sebuah luka tusuk benda tajam yang menembus sampai ke rongga perut, luka tusuk benda tajam pun juga di temukan di punggung namun tidak menembus hingga rongga dada, dan di tangan kiri terdapat luka hantaman benda tumpul yang berat.

4 Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo

Inspektur kehakiman atau auditur jendral angkatan darat, yang di identifikasi oleh adiknya, jenazah brigjen Sutoyo di kaki kanannya yang tidak ber ibu jari, pakaian yang di kenakannya, arloji merk omega, dan dua cin-cin emas yang masing-mkasing bertuliskan SR dan SS, pada mayat Brigjen Sutoyo ditemukan 2 luka tembak masuk di tungkai bawah kanan bagian depan, sebuah luka tembak masuk di kepala bagian depan kanan, sebuah luka tembak di bagian depan betis kanan bagian tengah, dan tangan kanan serta tengkoran diakrenakan kekerasan benda tumpul.

5 Mayjen TNI Siswondo Parman

Asisten satu mentri atau panglima angkatan darat di bidang intelijen,jenazah S.Parman di identifikasi, pada mayat S.Parman ditemukan 3 luka tembak masuk di kepala bagian depan, 1 luka tembak masuk di paha bagian depan, 2 luka tembak keluar di bagian kepala, dan patah tulang karena kekerasan benda tumpul yang berat di kepala , rahang dan tungkai bawah kiri

6 Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan

Asisten 4 mentri atau panglima angkatan darat bagian bidang logistik, mayat Brigjen Di.Panjaitan di identifikasi oleh adiknya Samuel Panjaitan, yang di kenali dari pakaian dinas yang dikenakan serta cin-cin mas di tangan kiri yang bertuliskan Di.Panjaitan, team dokter menemukan luka tembak masuk di bagian depan kepala, juga sebuah luka tembak masuk di bagian kepala, sementara itu bagian kiri kepala terdapat 2 luka tembak keluar dan terakhir di bagian punggung tangan kiri terdapat luka irisan

7 Kapten Anumerta Pierre Tendean

Yang di kenali sebagai perwira kesehatan, yang menjadi dokter pribadi, mayat P.Tendean dikenali dari pakaian yang dikenakannya gigi geligi dan sebuah cincin logam dengan batu cin-cin berwarna biru, pada mayat P.Tendean tim dokter menemukan 4 luka tembak masuk di bagian belakang, 2 luka keluar di bagian depan, luka-luka lecet di bagian dahi dan tangan kiri serta 3 luka ternganga karna kekerasan tumpul di bagian kepala

Pada tanggal 16 oktober 1965 Soekarno melantik Mayjen Soeharto menjadi mentri atau panglima angkatan darat di Istana Negara, berikut kutipan amanat Soekarno kepada Soeharto pada saat Soeharto disumpah :

Saya perintahkan kepada Jendral Mayor Soeharto sekarang angkatan darat pimpinannya saya berikan kepadamu, buatlah angkatan darat ini satu angkatan daripada Republik Indonesia, angkatan bersenjata dari Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan panca azimat revolusi, yang sama sekali berdiri diatas Trisakti, yang sama sekali beridi di atas Nasakom, yang sama sekali beridir diatas prinsip Berdikari, yang sama sekali berdiri diatas prinsip Manipol-Usdek, yang telah di tentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik indonesia.

Begitu banyak kisah pilu dibalik kemerdekaan dan kesejahteraan kita saat ini, dan begitu banyak Pahlawan-Pahlawan kita yang gugur saat memperjuangkan kemerdekaan kita saat ini, dan sudah banyak darah yang tumpah untuk tanah air ini, demikian kita harus begitu lebih menghormati para pahlawan kita yang telah gugur.
Demikian lah kisah pilu di balik tragedi lubang buaya, semoga kita bisa dapat memetik hal baik dari pahlawan-pahlawan kita yang gugur di masa itu
.

Categories
history

RELATED BY