Penyebab, Komplikasi, Diagnosa dan Pencegahan Obesitas

Hal yang normal dan sedang-sedang saja memang selalu menjadi yang terbaik. Suatu hal yang kekurangan maupun kelebihan tentu saja tidak baik. Sama halnya di dunia kesehatan terlebih pada masalah...

Hal yang normal dan sedang-sedang saja memang selalu menjadi yang terbaik. Suatu hal yang kekurangan maupun kelebihan tentu saja tidak baik. Sama halnya di dunia kesehatan terlebih pada masalah berat badan. Kelebihan berat badan  maupun kekurangan berat badan adalah permasalahan pada kesehatan Anda. Berat badan yang sangat berlebihan ini biasanya disebut dengan obesitas.

Berat badan berlebih ini diakibatkan oleh penumpukan lemak yang tinggi di dalam tubuh. Obesitas sendiri ditentukan dengan perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT) atau secara internasional disebut dengan Body Mass Index (BMI). Cara penghitungan IMT ini cukup mudah, Anda hanya perlu membagi angka berat badan dalam kilogram dengan kuadrat dari tinggi badan dalam satuan meter. Hasil pembagian yang menunjukkan angka 30,0 ke atas sudah digolongkan sebagai penderita obesitas.

Negara kita sendiri masuk dalam 10 daftar Negara-negara dengan tingkat obesitas terbanyak di dunia. Mengetahui lebih dalam mengenai penyakit ini akan sangat berguna untuk Anda baik dalam mencegah obesitas maupun mengatasinya. Simak pembahasannya.

Apa Saja Penyebab Obesitas?

Setelah Anda tahu betul mengenai apa itu obesitas, selanjutnya Anda harus mengetahui penyebabnya. Umumnya obesitas ini disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Makanan berkalori tinggi yang Anda konsumsi akan menumpuk di dalam tubuh sebagai lemak. Hal ini terjadi karena banyaknya makanan yang diperoleh tubuh namun tidak diimbangi dengan olahraga dan aktivitas fisik lainnya. Itulah sebabnya orang yang hanya berada di depan komputer atau layar televisi akan sangat berisiko mengalami obesitas.

Selain faktor utama tersebut, ada beberapa faktor lain yang juga bisa menyebabkan obesitas yaitu sebagai berikut:

  • Faktor genetik (keturunan diwariskan dari orang tua)
  • Kompilkasi dari penyakit tertentu

Penyakit tertentu yang dialami oleh seseorang dapat menyebabkan kenaikan berat badan di antaranya seperti syndrome Prader-Willi (lahir dengan gangguan genetik dan memiliki nafsu makan yang ekstream). Arthritis alias radang sendi yang menyebabkan kesulitan bergerak juga salah satu penyakit yang dapat memicu obesitas. Seseorang yang mempunyai kadar hormon kortisol (peningkat nafsu makan) yang tinggi yaitu disebut dengan sindrom cushing juga berisiko untuk mengalami obesitas.

  • Efek samping obat-obatan

Beberapa obat-obatan yang Anda konsumsi dapat menyebabkan obesitas terutama antidepresan, antiepilepsi, kortikosteroid dan diabetes serta obat penghambat beta

Wanita hamil membutuhkan banyak asupan nutrisi dan makanan. Wanita hamil memang dianjurkan untuk mengonsumsi banyak makanan bergizi namun banyak di antara mereka yang mengalami kesulitan untuk menstabilkan berat badannya kembali setelah melahirkan.

  • Pertambahan usia

Apakah Obesitas Menyebabkan Komplikasi?

Selanjutnya, jika kalian menanyakan mengenai gejala obesitas, Anda pasti telah tahu dengan cara memperhatikan bobot Anda dan aktif menghitung masa tubuh Anda. Nah, kelebihan lemak di dalam tubuh ini tentu saja dapat menyebabkan komplikasi tertentu atau dengan kata lain, ia dapat memicu penyakit berbahaya. Semakin gemuk seseorang, maka semakin besar pula kemungkinannya memiliki masalah medis yang terkait dengan obesitas. Beberapa risiko kesehatan yang terkait dengan obesitas adalah sebagai berikut:

  • Gangguan pernafasan
  • Depresi
  • Diabetes
  • Penyakit jantung koroner
  • Kanker tertentu seperti kanker prostat dan usu dari pria maupun kanker payudara dan kanker rahim pada wahita.
  • Penyakit hepar atau kelenjar empedu
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD)
  • Stroke
  • Sindrom metabolik
  • Diabetes tipe 2
  • Asma
  • Nyeri punggung
  • Gangguan hati
  • Gangguan ginjal
  • Disfungsi ereksi
  • Batu empedu
  • Apnea tidur
  • Aterosklerosis
  • Penyakit pada sendi karena tumpuan tubuh membawa berat badan yang sangat berlebih.

Bagaimana Cara Obesitas Mendiagnosa?

Seperti yang telah kita bahas, cara pertama dan utama adalah dengan menghitung masa tubuh Anda. Selain itu, dokter juga akan menghitung perbandingan lingkar pinggul dan pinggang serta mengukur ketebalan lipatan kulit dengan bantuan USG, CT scan dan MRI.

Bagaimana Cara Mencegah Obesitas?

Setelah mengetahui penyebab, komplikasi penyakit serta cara mendiagnosisnya, Anda pun harus mulai waspada dengan kondisi kesehatan yang satu ini. Jika Anda sudah dikategorikan kelebihan berat badan atau ketika IMT anda diatas 25,0 maka Anda harus mencegah obesitas ini semaksimal mungkin. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai langkah pencegahan obesitas adalah sebagai berikut:

  • Perhatikan pola makan Anda

Pola makan atau cara makan yang buruk akan berdampak langsung kepada kenaikan berat badan Anda. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memperhatikan pola makan Anda seperti misalnya, hanya makan jika lapar dan berhenti mengonsumsi camilan, serta berhenti makan sebelum Anda merasa kenyang. Anda juga sebaiknya makan pelan-pelan saja sehingga tubuh dapat mencerna makanan dengan baik dan segera memberi sinyal bahwa Anda sudah kenyang.

  • Perhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi

Selain bagaimana cara Anda makan, apa yang Anda makan juga sangat berperan dalam mencegah obesitas. Hindarilah makanan-makanan cepat saji. Umumnya, makanan jenis ini mengandung lemak yang tinggi. Perbanyaklah mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur dan buah-buahan. Sebagai contoh, Anda bisa mengonsumsi bayam, alpukat, pepaya, pisang dan lain sebagainya.

  • Rajin berolahraga

Kegiatan fisik adalah hal gratis yang dapat selalu menjaga kesehatan kita. Olahragalah secara teratur. Memang, semakin banyaknya kandungan lemak di dalam tubuh ini membuat seseorang semakin tak kuat untuk berolahraga, tetapi Anda bisa memilih olahraga yang ringan saja dahulu seperti biasakan berjalan kaki daripada memakai kendaraan. Tingkatkan aktivitas fisik Anda ini sebisa mungkin dan utamakan berolahraga di siang hari untuk pembakaran lemak yang lebih maksimal.

  • Hindari alkohol dan rokok

Jika Anda seorang pecandu alkohol maupun  rokok, segeralah tinggalkan kebiasaan buruk tersebut. Kedua jenis makanan ini dapat memicu obesitas.

Ada pepatah mengatakan mengenai, apa yang Anda lakukan sekarang adalah apa yang akan menjadikan diri Anda beberapa tahun mendatang. Maka dari itu, sehat berawal dari saat ini, ya, tepat ketika Anda membaca artikel ini. Mulailah menerapkan hidup sehat, hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang akan menimbulkan penyakit di masa yang akan datang. Salam sehat.

 

Categories
healthy

RELATED BY

  • Fakta Tentang Tabir Surya Dan Perlindungan Matahari

    Kanker kulit adalah bentuk kanker yang paling umum di Amerika Serikat, menurut Centers for Disease Control (CDC), ini juga yang paling dapat dicegah karena paparan sinar matahari merupakan faktor...
  • Bisakah CRISPR Mengendus Virus?

    Alat pengeditan gen yang dikenal sebagai CRISPR cepat dikenal karena potensinya untuk mengobati penyakit dengan memutus mutasi genetik dari DNA. Tapi alat genomik seperti CRISPR juga memiliki kemampuan lain...
  • Apa Sih Itu THC? Ini Dia Pejelasannya

    THC atau tetrahydrocannabinol adalah bahan kimia yang bertanggung jawab atas sebagian besar efek psikologis ganja. Ini bertindak seperti bahan kimia cannabinoid yang dibuat secara alami oleh tubuh, menurut National Institute...
  • Apa Itu Metformin?

    Metformin adalah obat resep yang digunakan terutama dalam pengobatan diabetes tipe II. Ini bisa digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain. Di Amerika Serikat, dijual dengan merek Fortamet, Glucophage,...